UIN Siber Cirebon – Empat mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersiap membawa nama almamater ke panggung internasional. Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., secara resmi melepas empat mahasiswa untuk mengikuti ITHLA Abroad: International Arabic Language Teaching Program Batch 8 di Malaysia, Thailand, dan Singapura, yang berlangsung pada 4–23 Oktober 2026.
Keempat mahasiswa yang mengikuti program internasional tersebut berasal dari dua program studi. Mereka adalah Muhammad Rafly Maulana, mahasiswa semester 5, dan Wijdan Adib Rozan, mahasiswa semester 7, dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).
Sementara dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), terdapat Muhammad Balya, mahasiswa semester 7, dan Lu’lu Atul Ainiyah, mahasiswa semester 5.
Pelepasan tersebut turut didampingi Dekan FUA Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., Ketua Program Studi BSA Erfan Gazali, M.Si., dan Ketua Program Studi PBA Nanin Sumiarni, S.Pd.I., M.Ag.
Bukan Sekadar Perjalanan ke Luar Negeri
Dalam sambutannya, Prof. Aan Jaelani menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam ITHLA Abroad Batch 8 bukan sekadar kesempatan untuk berkunjung ke luar negeri. Program tersebut menjadi ruang pembelajaran internasional untuk memperluas wawasan akademik, meningkatkan kemampuan bahasa Arab, mengenal budaya negara lain, sekaligus membangun jejaring global.
“Jaga nama baik almamater. Kalian bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” pesan Prof. Aan kepada keempat mahasiswa.
Ia meminta para peserta memanfaatkan setiap kesempatan selama program berlangsung untuk belajar dan berinteraksi dengan mahasiswa maupun akademisi dari berbagai negara.
Menurutnya, pengalaman internasional akan menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia yang semakin terbuka dan kompetitif.
Jadi Duta Kearifan Lokal Indonesia
Selain membawa nama almamater, Prof. Aan juga berpesan agar keempat mahasiswa tampil sebagai duta kearifan lokal Indonesia selama berada di Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pihak yang menerima pengetahuan, tetapi juga mampu memperkenalkan kekayaan budaya, tradisi, bahasa, dan nilai-nilai Indonesia kepada masyarakat internasional.
Pada saat yang sama, mereka didorong mengenalkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University yang mengembangkan pendidikan Islam berbasis teknologi dan memiliki komitmen terhadap internasionalisasi pendidikan.
Bangun Jejaring Internasional
Prof. Aan juga menekankan pentingnya membangun jejaring selama mengikuti ITHLA Abroad. Menurutnya, relasi yang terbentuk dalam kegiatan internasional dapat menjadi pintu bagi kolaborasi akademik, pertukaran mahasiswa, pengembangan riset, maupun kerja sama kelembagaan pada masa mendatang.
Keikutsertaan Muhammad Rafly Maulana, Wijdan Adib Rozan, Muhammad Balya, dan Lu’lu Atul Ainiyah sekaligus menjadi bagian dari upaya UIN Siber Cirebon memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada mahasiswa.
Selama 4–23 Oktober 2026, keempat mahasiswa akan mengikuti rangkaian program di tiga negara, yakni Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Bagi mereka, perjalanan tersebut bukan hanya tentang belajar bahasa Arab di lingkungan internasional. Lebih dari itu, ITHLA Abroad Batch 8 menjadi kesempatan untuk belajar dari dunia, memperkenalkan Indonesia, membawa nama UIN Siber Cirebon, dan membangun jejaring untuk masa depan.
Langkah empat mahasiswa ini menjadi bagian dari perjalanan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendorong generasi muda agar semakin percaya diri, adaptif, berwawasan global, dan siap berkontribusi di tingkat internasional.





