UIN Siber Cirebon – Transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menuju perguruan tinggi Islam berbasis digital mendapat apresiasi dari media lokal. Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menerima Kabar Cirebon Award 2026 dalam kategori Rektor Inspiratif dalam Transformasi Kampus Siber.
Prof. Aan diapresiasi sebagai “Arsitek Transformasi Kampus Siber yang Visioner dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Digital yang Unggul dan Berdaya Saing Global.”
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Milad ke-29 Kabar Cirebon, Kabar Cirebon Grup Pikiran Rakyat, yang berlangsung Sabtu (3/10/2026) di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon.
Kabar Cirebon Award 2026 menjadi bentuk apresiasi kepada tokoh, pemimpin, dan berbagai pihak yang dinilai memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kemajuan masyarakat di Cirebon dan sekitarnya. Prof. Aan Jaelani menerima penghargaan bersama sejumlah tokoh dari unsur pemerintahan, legislatif, pendidikan, dan masyarakat.
Apresiasi untuk Transformasi Kampus Siber
Prof. Aan Jaelani menyampaikan penghargaan tersebut sebagai apresiasi yang tidak hanya ditujukan kepada dirinya, tetapi juga kepada seluruh sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terlibat dalam proses transformasi kampus.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada jajaran manajemen dan redaksi Kabar Cirebon atas penghargaan kategori Rektor Inspiratif dalam Transformasi Kampus Siber,” ujar Prof. Aan Jaelani.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama dalam membangun ekosistem pendidikan Islam berbasis digital.
“Anugerah ini bukanlah milik saya pribadi, melainkan buah kerja keras seluruh sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan digitalisasi pendidikan Islam di Indonesia,” katanya.
Prof. Aan Jaelani juga mengapresiasi peran media dalam mengawal perubahan dan menyampaikan gagasan pendidikan kepada masyarakat.
“Dukungan media seperti Kabar Cirebon sangat krusial dalam mengawal gagasan dan perubahan menuju tatanan pendidikan yang inklusif dan modern. Semoga sinergi ini terus terjalin erat,” tuturnya.
Dari IAIN Menjadi Kampus Siber
Di hadapan para undangan, Prof. Aan Jaelani turut menjelaskan perjalanan transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Perubahan status dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2024.
Transformasi tersebut kemudian diperkuat dengan pengembangan ekosistem pendidikan berbasis digital. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengembangkan teknologi sebagai bagian dari pembelajaran, layanan akademik, dan pengelolaan perguruan tinggi.
Capaian tersebut juga diikuti dengan penguatan mutu kelembagaan. Pada 21 Mei 2025, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meraih predikat Unggul dari BAN-PT.
Bagi Prof. Aan Jaelani, perubahan kelembagaan bukan sekadar perubahan nama atau status. Transformasi harus menghadirkan manfaat nyata, terutama dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
PJJ Perkuat Akses Pendidikan hingga Wilayah 3T
Salah satu keunggulan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon adalah pengembangan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Saat ini, UIN Siber Cirebon memiliki lima program studi PJJ jenjang S1 reguler serta PJJ Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang S2.
Melalui PJJ, mahasiswa dari berbagai daerah dapat mengikuti pendidikan tinggi tanpa harus selalu hadir secara fisik di kampus. Model ini sekaligus membuka peluang lebih luas bagi masyarakat yang memiliki kendala jarak dan akses geografis.
Prof. Aan Jaelani menilai, pengembangan PJJ memiliki relevansi dengan semangat Kementerian Agama dalam memperluas pemerataan pendidikan, termasuk bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
“Transformasi digital harus bermuara pada perluasan akses pendidikan. Melalui PJJ, perguruan tinggi dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Ini sejalan dengan semangat pemerataan pendidikan yang terus didorong Kementerian Agama,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi memungkinkan jarak geografis tidak lagi menjadi satu-satunya hambatan untuk memperoleh pendidikan tinggi. Karena itu, digitalisasi harus diarahkan untuk membangun pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan berdaya jangkau luas.
“Semakin jauh masyarakat dari pusat pendidikan, justru teknologi harus semakin mendekatkan mereka dengan kesempatan belajar,” tambah Prof. Aan Jaelani.
Perkuat Sinergi Media dan Pendidikan
Kabar Cirebon Award 2026 sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, media, dan masyarakat. Prof. Aan Jaelani berharap hubungan tersebut terus berkembang dalam mendukung penyebarluasan informasi pendidikan dan berbagai inovasi kampus.
“Selamat Milad ke-29 untuk Kabar Cirebon. Semoga terus menjadi media yang terpercaya, mencerahkan, dan menginspirasi masyarakat,” ucapnya.
Penghargaan ini menjadi bagian dari perjalanan transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menghadirkan pendidikan Islam berbasis digital yang semakin terbuka. Di balik capaian tersebut, terdapat kerja kolektif sivitas akademika untuk membangun kampus siber yang inovatif, inklusif, dan mampu menjangkau masyarakat hingga berbagai wilayah Indonesia.






