UIN Siber Cirebon — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pengelolaan Website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini memasuki hari kedua dan dipusatkan di Gedung Siber SBSN Lantai 5, Selasa (11/2/2026).
Mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Keterbukaan Informasi Publik dan Layanan Informasi Digital”, BIMTEK ini menjadi langkah strategis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan kualitas layanan informasi publik yang transparan, akuntabel, inklusif, dan berbasis teknologi digital.
Kegiatan dipandu oleh Pranata Humas Ahli Muda, Mohamad Arifin, yang mengarahkan jalannya diskusi dan pemaparan materi secara dinamis dan interaktif. Para peserta yang berasal dari unsur fakultas dan unit kerja tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, terutama pada agenda evaluasi dan penguatan teknis pengelolaan website PPID.
BIMTEK PPID 2026 mendapatkan atensi khusus dari Atasan PPID UIN SSC, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa website PPID harus menjadi garda terdepan layanan informasi publik yang responsif, ramah pengguna, dan mampu menjawab kebutuhan seluruh stakeholder.
“Website PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon harus menjadi pusat layanan informasi publik yang ramah, informatif, dan mudah diakses. Ini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari komitmen institusi terhadap transparansi dan pelayanan prima, termasuk bagi penyandang disabilitas,” tegas Prof. Aan Jaelani.
Pada sesi teknis, peserta diajak melakukan review mendalam terhadap website PPID UIN SSC yang dipandu langsung oleh Kepala UPT TIK (Pustikom), Riyanto, S.Kom., M.Kom. Pembahasan difokuskan pada aspek tampilan, struktur konten, kemudahan akses, basis data, hingga integrasi layanan digital.
Dalam forum evaluasi, Rektor menekankan sejumlah tindak lanjut strategis, di antaranya:
- Penguatan pengisian eviden PPID di tingkat fakultas dan unit kerja.
- Optimalisasi rilis tugas PPID yang terstruktur dan terdokumentasi.
- Pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) secara rutin per bulan dan triwulan.
- Pengawalan berkelanjutan terhadap proses evaluasi layanan informasi.
- Pengembangan website PPID yang friendly, informatif, dan inklusif.
- Pemetaan pengelola website serta penguatan basis data terintegrasi.
“Proses ini harus dikawal secara terus-menerus. Website PPID bukan sekadar etalase, tetapi pusat layanan strategis yang mencerminkan wajah transparansi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” imbuhnya.
Melalui BIMTEK ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan kesiapannya menjadi perguruan tinggi berbasis siber yang unggul dalam tata kelola keterbukaan informasi publik, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan transformasi digital di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.






