UIN Siber Cirebon — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., memaparkan secara komprehensif berbagai keunggulan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN Tahun 2026.
Menurut Prof. Aan, PMB PTKIN 2026 dirancang untuk memberikan akses pendidikan tinggi yang adil, transparan, dan berkualitas, melalui tiga jalur seleksi utama, yaitu SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, dan Jalur Mandiri. Ketiga jalur tersebut menjadi instrumen strategis dalam menjaring calon mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang.
“PTKIN hari ini bukan hanya kampus agama, tetapi telah berkembang menjadi perguruan tinggi negeri yang unggul, modern, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. PMB PTKIN memberikan kesempatan luas bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau dan mutu yang terjamin,” tegas Prof. Aan.
UIN Siber Cirebon, Satu-satunya PTKIN Berbasis Digital
Secara khusus, Prof. Aan Jaelani menyoroti posisi strategis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai satu-satunya PTKIN berbasis digital di Indonesia, yang dikenal sebagai Cyber Islamic University. Status tersebut diperkuat melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 860 Tahun 2022 serta Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2024 yang menjadi fondasi transformasi UIN Siber Cirebon sebagai kampus siber nasional.
Keunggulan tersebut semakin diperkuat dengan capaian Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul dari BAN-PT, yang menegaskan kualitas tata kelola, akademik, dan layanan pendidikan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di tingkat nasional.
“Transformasi digital yang kami lakukan bukan sekadar simbol, tetapi menyentuh seluruh sistem pembelajaran, layanan akademik, hingga pengembangan inovasi,” ungkapnya.
Fasilitas Modern dan Ekosistem Pembelajaran Masa Depan
Dalam mendukung pembelajaran abad ke-21, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon didukung oleh fasilitas modern berbasis teknologi, di antaranya layanan digital terintegrasi, studio podcast, Laboratorium Pusat Inovasi Pembelajaran Digital, serta Gedung Siber SBSN dengan desain futuristik yang merepresentasikan wajah kampus masa depan.
Fasilitas tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan adaptif, sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.
37 Program Studi Unggulan, Termasuk 6 Prodi PJJ
Saat ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki 37 program studi unggulan, termasuk 6 Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang sangat relevan dengan dinamika dan tuntutan dunia kerja, yakni:
- PJJ Pendidikan Agama Islam (S1)
- PJJ Pendidikan Agama Islam (S2)
- PJJ Hukum Keluarga Islam (HKI)
- PJJ Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
- PJJ Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
- PJJ Sejarah Peradaban Islam (SPI)
Prof. Aan menegaskan bahwa lulusan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki prospek karier yang luas, baik sebagai pendidik, profesional, wirausahawan, peneliti, ASN, maupun pelaku di berbagai sektor strategis lainnya, sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing.
Kampus Inklusif, Ramah Pelayanan, dan Terbuka untuk Semua
Selain unggul secara akademik dan digital, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga dikenal sebagai kampus ramah pelayanan, ramah peserta didik, serta ramah difabel. Prinsip inklusivitas menjadi bagian dari budaya institusi dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Prof. Aan juga menegaskan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terbuka bagi calon mahasiswa non-Muslim yang memiliki keinginan untuk belajar di lingkungan PTKIN, dengan tetap mengikuti ketentuan dan peraturan akademik yang berlaku.
“Sebagai perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Agama, kami terbuka menerima calon mahasiswa non-Muslim yang ingin belajar bersama kami. Namun, aturan akademik tetap kami terapkan secara tegas, adil, dan profesional,” tegasnya.
Menurutnya, keterbukaan ini sejalan dengan semangat moderasi beragama, kebangsaan, dan inklusivitas pendidikan, di mana kampus menjadi ruang perjumpaan lintas latar belakang untuk membangun toleransi dan harmoni sosial.
“Kami ingin memastikan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi rumah bersama bagi siapa pun yang ingin belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi bangsa,” tutur Prof. Aan.
Melalui PMB PTKIN 2026, Prof. Aan Jaelani mengajak para calon mahasiswa untuk tidak ragu memilih PTKIN, khususnya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebagai tempat menyiapkan masa depan di era digital dengan tetap berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan.




