UIN Siber Cirebon — Memasuki hari kedua rangkaian workshop strategis di Lantai 5 Gedung Siber, atmosfer antusiasme peserta kian terasa. Setelah pada hari sebelumnya peserta dibekali penguatan mindset melalui materi High Class Response Mindset bersama Coach Nanang Qosim Yusuf (Naqoy), kegiatan hari ini menghadirkan arahan langsung dari Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon , Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.(18/12).
Dalam penyampaiannya, Prof. Aan Jaelani menegaskan bahwa transformasi digital tidak dapat dipahami sebatas adopsi teknologi, melainkan harus dimaknai sebagai perubahan budaya kerja secara menyeluruh. Menurutnya, perkembangan Artificial Intelligence (AI) saat ini menjadi keniscayaan yang harus direspons secara adaptif oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kampus.
“Transformasi digital adalah bagian yang paling berat karena kita harus mengubah budaya kerja. Tujuan akhirnya adalah peningkatan efisiensi yang nyata. Di era Industri 5.0 ini, kita dituntut melakukan lompatan besar, dan AI menjadi kunci percepatan tersebut,” tegas Prof. Aan di hadapan peserta workshop.
Rektor juga mengajak peserta menengok kembali sejarah panjang transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Bermula dari Fakultas Tarbiyah cabang IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 1965, bertransformasi menjadi STAIN pada 1997, kemudian IAIN Syekh Nurjati pada 2009, hingga akhirnya resmi menyandang status Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 21 Mei 2024 melalui Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2024.
Transformasi tersebut menjadikan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai PTKIN siber pertama dan role model nasional, dengan fokus pengembangan pada pembelajaran inovatif, Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), serta tata kelola berbasis big data dan multimedia digital guna menjawab tantangan global pendidikan tinggi.
Lebih lanjut, Prof. Aan menekankan bahwa keberhasilan visi kampus siber sangat bergantung pada kualitas dan komitmen sumber daya manusia. Ia mengingatkan bahwa ekosistem digital, termasuk media sosial dan dunia akademik, kini sangat dipengaruhi oleh algoritma dan bibliometrik yang mengikuti preferensi pencarian pengguna.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton. SDM yang kuat adalah mereka yang memiliki komitmen pada kompetensi digital untuk mendukung inklusivitas dan daya saing pendidikan tinggi Islam,” ujarnya.
Sejalan dengan tema Ecotheology Awareness yang diusung dalam workshop ini, Rektor mendorong agar nilai ekoteologi tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata. Salah satu komitmen yang mengemuka dari diskusi bersama Rektor adalah upaya bertahap mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menekan emisi karbon dan menjaga kelestarian lingkungan.
Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari karakter ASN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon—tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi dan AI, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan ekologis dalam menjalankan tugas dan pengabdian.
Rangkaian workshop hasil kolaborasi dengan ecc.co.id ini dijadwalkan masih akan berlanjut hingga esok hari, dengan agenda penguatan kapasitas inovasi, entrepreneurship, serta pengembangan karier, sebagai bekal strategis bagi transformasi berkelanjutan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menuju kampus siber yang unggul dan berkelas dunia.






