UIN Siber Cirebon – Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menggelar Diseminasi Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan bertajuk “Asesmen dan Kerangka Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung Siber SBSN Lantai 8 UIN Siber Cirebon ini menjadi forum akademik strategis yang mempertemukan civitas akademika dengan para pemangku kebijakan sektor keuangan nasional.(11/3/26).
Kegiatan ini menghadirkan dua sesi diskusi kebijakan yang membahas secara komprehensif kondisi stabilitas sistem keuangan Indonesia serta kerangka kebijakan yang diterapkan pemerintah dan otoritas keuangan dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi global.
Rangkaian diskusi dipandu oleh Rijal Assidiq Mulyana, S.E.I., M.Pd, dosen Jurusan Pariwisata Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang bertindak sebagai moderator. Dengan gaya dialog yang komunikatif, ia memandu jalannya diskusi sehingga berlangsung interaktif antara narasumber dan peserta.
Kupas Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia
Pada Sesi I yang mengangkat tema “Asesmen Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia”, para peserta mendapatkan paparan langsung dari Minar Iwan Setiawan, S.Si., M.Sc., Direktur Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan Sekretariat KSSK. Ia menjelaskan kondisi terkini stabilitas sistem keuangan nasional serta berbagai indikator penting yang digunakan dalam memantau ketahanan sektor keuangan Indonesia.
Paparan selanjutnya disampaikan oleh Abdul Azis, S.E., M.E., Analis Kebijakan Ahli Madya pada Direktorat Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan dan Pembiayaan Lainnya Kementerian Keuangan. Ia memaparkan bagaimana kebijakan fiskal pemerintah berperan penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Sementara itu, Faried Caesar Nugroho, S.MN., M.Sc., Ekonom Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, mengulas peran kebijakan makroprudensial bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter serta memastikan sistem keuangan tetap tangguh menghadapi berbagai risiko.
Sesi pertama kemudian ditutup dengan diskusi dan tanya jawab interaktif yang dipandu moderator. Para dosen dan mahasiswa FEBI tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan stabilitas sistem keuangan Indonesia.
Bahas Kerangka Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan
Memasuki Sesi II, diskusi dilanjutkan dengan tema “Asesmen dan Kerangka Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan.”
Paparan pertama disampaikan oleh Apri Sya’bani, S.H., LL.M., Plt. Direktur Manajemen Risiko dan Hukum Sekretariat KSSK, yang menjelaskan kerangka kebijakan serta aspek hukum dalam pengelolaan stabilitas sistem keuangan nasional.
Selanjutnya, Bayu Husodo, S.E., M.E., Ak., Kepala Divisi Manajemen Krisis Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengulas pentingnya pengawasan sektor jasa keuangan dalam menjaga stabilitas industri keuangan sekaligus mencegah potensi krisis pada sektor perbankan dan lembaga keuangan lainnya.
Paparan berikutnya disampaikan oleh Handika Rahman, S.E., Kepala Divisi Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan Direktorat Surveillance, Pemeriksaan, dan Pengaturan Bank Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia menjelaskan peran strategis LPS dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan melalui mekanisme penjaminan simpanan serta penanganan bank bermasalah.
Setelah seluruh paparan disampaikan, kegiatan kembali dilanjutkan dengan diskusi terbuka yang berlangsung dinamis. Para peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai isu strategis, mulai dari risiko sistem keuangan global, kebijakan penanganan krisis, hingga koordinasi antar lembaga dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Untuk menambah suasana lebih interaktif, panitia juga menghadirkan kuis interaktif yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC) yang disambut antusias oleh para peserta.
Perkuat Literasi Kebijakan Keuangan
Melalui kegiatan ini, Sekretariat KSSK dan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap civitas akademika dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kondisi perekonomian dan sektor keuangan nasional, termasuk berbagai risiko yang dihadapi serta strategi kebijakan yang diterapkan pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
Forum ini juga menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga-lembaga keuangan negara seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan yang tergabung dalam Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh MC, menandai berakhirnya rangkaian diseminasi yang berlangsung dengan penuh antusiasme dan diskusi konstruktif dari para peserta.
Melalui kegiatan ini, Sekretariat KSSK dan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan literasi ekonomi dan kebijakan keuangan di kalangan akademisi, sekaligus mendukung penguatan stabilitas sistem keuangan Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi tantangan global.


