UIN Siber Cirebon – Evaluasi organisasi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program kerja berjalan sesuai perencanaan dan tujuan yang telah ditetapkan. Hal tersebut dilakukan Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab (SEMA FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui kegiatan Triwulan II bertema “LEX ET VIGILANTIA: Sinergi Legislasi dan Pengawasan Menuju Tata Kelola yang Akuntabel”, Jumat (2/10/2026).
Bertempat di Gedung O dan M Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), kegiatan tersebut diikuti oleh Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di lingkungan FUA. Triwulan II menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kinerja organisasi selama tiga bulan sekaligus menyusun langkah perbaikan untuk periode berikutnya.
Evaluasi untuk Memperkuat Kinerja ORMAWA
Kegiatan diawali dengan opening ceremony yang dibuka langsung oleh Ketua Umum SEMA FUA, Didin Kamaludin, didampingi Sekretaris Umum Andi Nugraha dan Bendahara Umum Afif Abdul Lathif.
Selanjutnya, masing-masing ORMAWA memaparkan perkembangan program kerja, pelaksanaan kegiatan, serta dinamika kelembagaan yang dihadapi selama periode evaluasi. Pemaparan tersebut menjadi ruang untuk melihat kembali kesesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan program.
Evaluasi juga diarahkan agar organisasi tidak hanya menyelesaikan agenda, tetapi mampu melihat capaian, menemukan kendala, dan menentukan langkah perbaikan secara terukur.
Dengan demikian, evaluasi Triwulan II ditempatkan sebagai instrumen pengembangan organisasi, bukan sekadar formalitas administratif.
Empat Komisi Mengawal Fungsi Kelembagaan

Pelaksanaan fungsi pengawasan SEMA FUA didukung pembagian tugas melalui empat komisi dengan bidang kerja yang saling melengkapi.
Komisi I Bidang Legislasi dan Administrasi diketuai Muhammad Sulthan Al Aziz, bersama Mugy Rahayu dan Razanne Aghnia Ilmi. Komisi ini berperan dalam pencermatan aspek regulasi dan administrasi organisasi.
Sementara itu, Komisi II Bidang Budgeting diketuai Sekar Arum Endang Putri, bersama Rahma Munisah Hurunain, Diani Ardilia Fitriani, dan Fauziyah Fadhilatun Nisa. Fokusnya berkaitan dengan aspek penganggaran dalam pelaksanaan program organisasi.
Komisi III Bidang Advokasi dan Pengawasan dipimpin Marists Mada Sungkar, bersama Asifa Monica dan Raden Muhammad Ikhsan Fauzi. Bidang ini mendukung pelaksanaan fungsi advokasi sekaligus pengawasan terhadap jalannya kelembagaan.
Adapun Komisi IV Bidang Publikasi dan Informasi diketuai Mirza Fachreihan, bersama Dwi Julianti Mirwandini dan Putri Nattalia Nurazizaha. Komisi ini berperan dalam aspek publikasi, informasi, dan keterbukaan komunikasi organisasi.
Pembagian tersebut menunjukkan bahwa pengawasan organisasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari regulasi dan administrasi, anggaran, advokasi, hingga keterbukaan informasi.
“Lex et Vigilantia” sebagai Prinsip Tata Kelola
Dekan FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., menekankan pentingnya keterhubungan antara regulasi dan pengawasan dalam menjalankan organisasi.
“Kata Lex menegaskan bahwa setiap regulasi yang kita buat harus berdiri tegak di atas payung hukum yang jelas. Sementara Vigilantia mengingatkan kita bahwa regulasi akan kehilangan arah tanpa hadirnya pengawasan yang tajam dan konsisten.”
Pesan tersebut menjadi relevan dalam pengelolaan ORMAWA karena setiap organisasi membutuhkan aturan yang jelas sekaligus mekanisme pengawasan untuk memastikan aturan tersebut dijalankan secara konsisten.
Melalui prinsip tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar menjalankan organisasi, tetapi juga memahami pentingnya tata kelola, kepatuhan terhadap aturan, transparansi, serta pertanggungjawaban dalam setiap proses kelembagaan.
Mendorong Koordinasi Antar-ORMAWA

Salah satu catatan penting dari pelaksanaan Triwulan II adalah perlunya penguatan koordinasi dan komunikasi antar-ORMAWA. Koordinasi menjadi penting agar program kerja masing-masing organisasi tidak berjalan secara parsial dan dapat saling mendukung dalam lingkungan FUA.
Selain itu, evaluasi berkala perlu terus ditempatkan sebagai bagian dari siklus perbaikan organisasi. Setiap catatan yang muncul dari proses evaluasi dapat menjadi dasar untuk memperbaiki administrasi, pelaporan, pelaksanaan program, maupun koordinasi pada periode berikutnya.
Program kerja juga perlu diarahkan agar memiliki keterkaitan yang jelas dengan fungsi dan tujuan masing-masing organisasi. Dengan demikian, keberadaan ORMAWA tidak hanya terlihat dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari manfaat dan kontribusi yang dihasilkan bagi lingkungan fakultas.
Dari Evaluasi Menuju Tata Kelola yang Akuntabel

Triwulan II menjadi momentum bagi SEMA FUA dan ORMAWA untuk melihat kembali proses yang telah berjalan sekaligus menyiapkan perbaikan ke depan. Catatan mengenai koordinasi, regulasi, administrasi, penganggaran, pengawasan, dan informasi menjadi bagian dari upaya membangun organisasi mahasiswa yang lebih tertib.
Bagi mahasiswa, proses tersebut juga menjadi ruang pembelajaran mengenai praktik tata kelola secara langsung. Pengalaman mengelola program, mempertanggungjawabkan kegiatan, memahami regulasi, dan melakukan pengawasan menjadi bekal penting untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan manajemen organisasi.
Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 16, khususnya semangat membangun kelembagaan yang efektif, akuntabel, dan transparan. Pada saat yang sama, penguatan kapasitas mahasiswa melalui pengalaman berorganisasi turut mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu.
Melalui sinergi legislasi dan pengawasan, SEMA FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong ORMAWA untuk menjadikan evaluasi sebagai bagian dari budaya organisasi. Dari evaluasi yang kritis dan konstruktif, tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan.


