Kolaborasi dengan Universiti Islam Selangor dan ICESCO Perkuat Jejaring Akademik Global Kampus Siber
UIN Siber Cirebon — Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan seminar ilmiah internasional bertajuk “Transformasi Pembelajaran Bahasa Arab di Era Kecerdasan Buatan: Peluang, Tantangan, dan Peran Pendidik” pada Selasa (19/05/2026).
Kegiatan akademik berskala internasional tersebut menghadirkan kolaborasi strategis bersama Universiti Islam Selangor dan The Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization (ICESCO) sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional dalam pengembangan pendidikan bahasa Arab berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Seminar ini menjadi momentum penting dalam membangun transformasi pembelajaran bahasa Arab yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, tanpa meninggalkan nilai-nilai humanistik, pedagogis, dan spiritual dalam dunia pendidikan.
UIN Siber Cirebon Perkuat Komitmen Menuju Kampus Bertaraf Internasional
Kegiatan seminar internasional secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Ayus Ahmad Yusuf.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen menjadi kampus bertaraf internasional melalui penguatan kerja sama global, peningkatan mutu akademik, serta pengembangan inovasi pendidikan berbasis teknologi digital.
“Transformasi pendidikan di era kecerdasan buatan menuntut perguruan tinggi untuk adaptif, inovatif, dan kolaboratif. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berupaya menghadirkan ekosistem akademik global yang relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Jurusan Bahasa dan Sastra Arab yang dinilai mampu menjadi salah satu garda terdepan dalam memperkuat internasionalisasi kampus.
Menurutnya, capaian akreditasi unggul yang diraih Program Studi Bahasa dan Sastra Arab menjadi bukti nyata kualitas akademik dan tata kelola kelembagaan yang terus berkembang secara progresif.
Tindak Lanjut Kerja Sama Internasional Bersama ICESCO
Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., menyampaikan bahwa seminar internasional ini merupakan tindak lanjut konkret dari kunjungan akademik ke kantor The Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization (ICESCO) pada tahun 2025 lalu.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama internasional yang berkelanjutan dalam penguatan akademik, riset, dan pengembangan pendidikan bahasa Arab berbasis teknologi,” ungkapnya.
AI Tidak Bisa Menggantikan Peran Guru
Pada sesi pemaparan materi, pembicara pertama Dr. Md Noor bin Hussin membawakan materi bertajuk “Bila sudah ada Kecerdasan Buatan (AI), masih perlukah guru dalam Pembelajaran Bahasa Arab?”
Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa teknologi AI tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran guru dalam proses pendidikan.
“Guru tetap memiliki fungsi strategis sebagai pembimbing nilai, pengarah pembelajaran, sekaligus penguat aspek emosional dan spiritual peserta didik yang tidak dapat digantikan oleh mesin,” jelasnya.
Pemanfaatan AI Tingkatkan Kompetensi Bahasa Arab
Selanjutnya, Prof. Madya Dr. Mohammad Syukri Bin Abdul Rahman menyampaikan materi tentang optimalisasi AI dalam meningkatkan kompetensi bahasa Arab.
Ia menjelaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah melalui platform pembelajaran interaktif, adaptive learning system, hingga aplikasi berbasis AI yang mendukung efektivitas pembelajaran bahasa Arab di era digital.
Ketika AI Bertemu Sastra Arab
Perspektif humaniora dan sastra disampaikan oleh Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.Ag., melalui materi “Ketika AI Bertemu Sastra Arab: Apakah Rasa Bahasa Bisa Diprogram?”
Ia mengulas hubungan antara teknologi AI dengan estetika sastra Arab, terutama terkait rasa bahasa, makna kultural, dan dimensi emosional dalam karya sastra.
“AI memang mampu membantu analisis dan produksi teks, tetapi sensitivitas sastra serta kedalaman makna tetap membutuhkan sentuhan manusia,” tegasnya.
Lulusan Bahasa Arab Punya Peluang Karier Global
Sementara itu, Prof. Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag., menghadirkan refleksi inspiratif bertajuk “Lulus Sastra Arab bukan Akhir, tapi Awal: Refleksi Alumni Meniti Karir.”
Ia menegaskan bahwa lulusan Bahasa dan Sastra Arab memiliki peluang karier yang sangat luas di era global, mulai dari akademisi, penerjemah, diplomat, peneliti, hingga profesional media dan industri kreatif berbasis bahasa serta budaya Arab.
Perkuat Literasi Digital dan Transformasi Pendidikan Global
Melalui seminar internasional ini, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat memperkuat literasi digital, memperluas jejaring akademik internasional, serta mendorong transformasi pembelajaran bahasa Arab yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi global.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun ekosistem akademik global yang kolaboratif, adaptif, dan berdaya saing internasional di era transformasi digital.





