UIN Siber Cirebon — Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Internasional bertajuk “Krisis Ekologis dan Tanggung Jawab Teologis: Pendekatan Filsafat Lingkungan dalam Eko-Teologi” pada Rabu (18/12/2025), bertempat di Gedung Rektorat Lantai 3. Kegiatan ini menjadi forum akademik strategis yang mengkaji krisis lingkungan global dari sudut pandang teologi, filsafat, dan etika spiritual.
Seminar ini diselenggarakan sebagai respons atas semakin seriusnya krisis ekologis dan perubahan iklim yang tidak hanya menuntut solusi ilmiah dan teknis, tetapi juga refleksi teologis dan tanggung jawab moral-spiritual. Melalui pendekatan eko-teologi, para akademisi dan praktisi diajak untuk melihat relasi manusia, alam, dan Tuhan secara lebih utuh dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti oleh akademisi, peneliti, praktisi lingkungan, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu ekologi dan spiritualitas. Seminar berlangsung dinamis dengan diskusi kritis lintas disiplin yang mempertemukan pemikiran keagamaan klasik dan kontemporer dengan tantangan ekologis modern.
Seminar internasional ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional, di antaranya Dr. Anwar Sanusi (akademisi dan pakar politik serta ekoteologi), Prof. Dr. Hajam (Guru Besar dan pakar filsafat Islam serta tasawuf), Dr. Otong Sulaeman (Ketua STAI Sadra Jakarta), Dr. Abbasi Al Mustafa (akademisi Open University dan pakar Eko-Teologi Islam), serta Dr. H. Mustofa (akademisi dan pemerhati isu krisis ekologis dan tanggung jawab teologis).
Dalam paparannya, para narasumber menegaskan bahwa krisis ekologis merupakan persoalan global multidimensi yang tidak dapat dilepaskan dari dimensi etis dan teologis. Eko-teologi dan filsafat lingkungan dinilai mampu menawarkan kerangka pemikiran alternatif yang mengintegrasikan agama, moral, dan kesadaran ekologis sebagai dasar menjaga kelestarian alam.
Diskusi juga menyoroti relevansi pemikiran keagamaan klasik dan tasawuf, serta kajian Islam modern dalam merespons tantangan lingkungan di tengah arus kapitalisme dan modernitas. Para pembicara sepakat bahwa peran akademisi, institusi pendidikan, dan tokoh agama sangat strategis dalam membentuk kesadaran publik sekaligus mendorong kebijakan dan praktik sosial yang lebih ramah lingkungan.
Melalui seminar ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kajian eko-teologi sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi Islam terhadap penyelesaian krisis ekologis. Pendekatan interdisipliner yang menggabungkan teologi, filsafat lingkungan, dan etika keagamaan diharapkan mampu melahirkan gagasan dan aksi nyata berbasis nilai spiritual dalam menjaga keberlanjutan bumi.
Kegiatan ini dinilai penting untuk dipublikasikan karena tidak hanya memperkaya diskursus akademik, tetapi juga berpotensi memengaruhi arah pemikiran kebijakan publik dan praktik keagamaan agar lebih berpihak pada kelestarian lingkungan. Dengan demikian, seminar internasional ini menjadi langkah konkret UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperluas dampak gagasan eko-teologi bagi masyarakat luas dan pemangku kepentingan terkait.





