UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Program Studi Ilmu Falak Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN Siber Cirebon) mengembangkan inovasi D’HELIO QIBLA NAVIGATOR, alat pendeteksi arah kiblat yang dirancang untuk mendukung akses ibadah yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Inovasi ini dipersiapkan untuk mengikuti ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE), sekaligus menjadi wujud penerapan ilmu falak melalui pemanfaatan teknologi.
D’HELIO QIBLA NAVIGATOR dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna yang beragam, khususnya penyandang disabilitas. Inovasi ini diarahkan untuk membantu pengguna mengetahui arah kiblat dengan cara yang lebih mudah dan aksesibel, sehingga teknologi keagamaan dapat semakin mendukung pemenuhan kebutuhan ibadah secara inklusif.
Pengembangan alat ini dilakukan oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Windi Dhea Safitri, Ahmad Zain Syahroni, dan Muhamad Jafar Shodiq. Dalam prosesnya, tim mendapatkan pendampingan dari Dr. Hj. Leliya, S.H., M.H., selaku Ketua Jurusan sekaligus dosen pendamping, bersama Syaoqi Nahwandi, M.H., Rifki Muslim, M.H., dan Rizal Ramadhan, M.H.
Padukan Ilmu Falak dan Teknologi untuk Inovasi Keagamaan
D’HELIO QIBLA NAVIGATOR menunjukkan upaya mahasiswa dalam mengembangkan kajian Ilmu Falak agar tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi juga menghasilkan karya yang berpotensi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui inovasi ini, tim mahasiswa memadukan pengetahuan mengenai penentuan arah kiblat dengan pemanfaatan teknologi. Pengembangan tersebut tidak hanya memperhatikan aspek ketepatan arah kiblat, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana informasi dapat diakses oleh pengguna dengan kebutuhan yang berbeda.
Pendekatan ini menjadi penting dalam pengembangan teknologi keagamaan yang memperhatikan prinsip inklusivitas. Dengan mempertimbangkan kebutuhan penyandang disabilitas, inovasi diharapkan dapat membuka peluang terciptanya pengalaman beribadah yang lebih mudah dan aksesibel.
Dorong Akses Ibadah yang Lebih Inklusif
Salah satu gagasan utama D’HELIO QIBLA NAVIGATOR adalah menghadirkan solusi yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas dalam mengetahui arah kiblat. Inovasi ini membawa perhatian pada pentingnya merancang teknologi yang tidak hanya berorientasi pada fungsi, tetapi juga memperhatikan kemudahan penggunaan oleh berbagai kelompok masyarakat.
Pengembangan teknologi yang inklusif diharapkan dapat mendukung akses yang lebih setara terhadap kebutuhan ibadah. Meski masih memerlukan pengujian dan penyempurnaan lebih lanjut, gagasan ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan teknologi keagamaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna.
Persiapkan Inovasi untuk Ajang OASE
Keikutsertaan dalam Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil pengembangan ilmu pengetahuan melalui karya inovatif. Persiapan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi tim dalam mengasah kreativitas, kemampuan teknis, kolaborasi, dan penerapan pengetahuan Ilmu Falak.
Melalui pendampingan dosen dan proses pengembangan bersama, tim mahasiswa berupaya mematangkan D’HELIO QIBLA NAVIGATOR sebagai inovasi yang memiliki nilai akademik sekaligus potensi manfaat sosial.
Ke depan, D’HELIO QIBLA NAVIGATOR diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pengujian dan penyempurnaan agar manfaatnya semakin optimal. Inovasi ini menjadi salah satu upaya mahasiswa Ilmu Falak UIN Siber Cirebon untuk menghadirkan teknologi keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat dan akses ibadah yang inklusif.


