UIN Siber Cirebon – Enam mahasiswa Program Studi Informatika semester V Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN Siber Cirebon) mengembangkan robot transporter sebagai persiapan mengikuti cabang Olimpiade Robotik dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE). Berawal dari tantangan membuat robot yang mampu memindahkan air seberat 600 gram, proyek ini juga membuka peluang pengembangan teknologi untuk mendukung pengelolaan sampah plastik di lingkungan kampus. (19/10/2026).
Robot tersebut dikembangkan untuk memenuhi ketentuan kompetisi, yakni mampu memindahkan air dengan berat 600 gram dari satu tempat ke tempat lain. Dalam proses persiapannya, mahasiswa mempelajari mekanisme kerja robot, melakukan perancangan dan latihan, serta berkolaborasi untuk memastikan robot dapat berfungsi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
Enam mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut adalah Sabbicarel Edward Piris, Muhammad ‘Arif Nur Shidiq, Abdullah Fattah, Adam Fadli, Indri Setiawati, dan Mohammad Sofyan Nurseha. Mereka menjalani proses pengembangan dengan pendampingan Bagaskoro Rasyid Wicaksono, S.Par., M.Sc.
Belajar Robotik melalui Praktik dan Kolaborasi
Persiapan mengikuti Olimpiade Robotik menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui pengalaman langsung. Mahasiswa tidak hanya mempelajari cara kerja robot, tetapi juga berlatih merancang mekanisme, menguji fungsi, mengidentifikasi kendala, dan mencari solusi atas permasalahan teknis yang muncul selama proses pengembangan.
Meskipun belum tersedia mata kuliah khusus robotik di Program Studi Informatika UIN Siber Cirebon, mahasiswa tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di bidang tersebut melalui eksplorasi, latihan, pendampingan, dan kolaborasi.
Pendamping tim, Bagaskoro Rasyid Wicaksono, S.Par., M.Sc., mendorong mahasiswa untuk menjadikan kompetisi sebagai ruang belajar dan pengembangan kreativitas. Melalui proses ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun keberanian untuk mencoba, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, serta mengembangkan kerja sama tim dalam menghasilkan karya teknologi.
Dari Tantangan Kompetisi Menuju Potensi Pengelolaan Sampah Kampus
Di luar target kompetisi, robot transporter yang dikembangkan juga memunculkan gagasan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan lingkungan kampus. Mekanisme pemindahan yang diterapkan pada robot berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi alat bantu untuk mengangkut sampah plastik yang telah dipilah dari setiap gedung fakultas menuju Rumah Pengolahan Sampah milik UIN Siber Cirebon.
Gagasan tersebut sejalan dengan upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih terarah di lingkungan kampus. Apabila dikembangkan sesuai kebutuhan, robot transporter dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu proses pemindahan sampah plastik terpilah dari titik pengumpulan menuju lokasi pengolahan.
Meski demikian, pemanfaatan tersebut masih memerlukan pengembangan dan pengujian lebih lanjut. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain kapasitas angkut, kestabilan robot, kemampuan bergerak di lingkungan kampus, sistem navigasi, serta aspek keselamatan operasional.
Dengan demikian, proyek yang berangkat dari ketentuan sederhana dalam kompetisi berpotensi menjadi titik awal pengembangan teknologi yang menjawab kebutuhan nyata. Tantangan memindahkan air seberat 600 gram dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami prinsip kerja robot transporter yang selanjutnya bisa dieksplorasi untuk berbagai kebutuhan.
Mendorong Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa
Keikutsertaan dalam OASE menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kompetensi, dan kemampuan berinovasi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menerapkan pengetahuan, bekerja sama, serta mengubah gagasan menjadi karya yang dapat diuji secara langsung.
Partisipasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman berkompetisi, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk mengembangkan teknologi yang memiliki potensi manfaat bagi kampus dan masyarakat.
Melalui persiapan OASE, UIN Siber Cirebon terus mendorong mahasiswa untuk berani mencoba, belajar dari proses, dan mengeksplorasi kemungkinan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, inovasi tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang kompleks. Inovasi dapat tumbuh dari tantangan sederhana, kemauan untuk terus belajar, dan kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar.





