UIN Siber Cirebon (Mataram) – Penguatan kurikulum pendidikan biologi menjadi perhatian penting di tengah perubahan dunia pendidikan dan kebutuhan kompetensi lulusan yang semakin dinamis. Hal tersebut menjadi fokus Seminar Nasional dan Lokakarya Strategis yang digelar Universitas Mataram bersama Konsorsium Pendidikan Biologi Indonesia (KPBI) dan Himpunan Pendidik dan Peneliti Biologi Indonesia (HPPBI), Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 563 peserta dari berbagai unsur, mulai pimpinan dan pengurus KPBI-HPPBI, guru biologi, mahasiswa, hingga pengelola program studi pendidikan biologi dari berbagai perguruan tinggi.
Forum semakin strategis dengan hadirnya 63 Ketua Program Studi Pendidikan/Tadris Biologi dari 45 perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya adalah Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., Ketua Jurusan Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang hadir sebagai peserta asosiasi.
Review Kurikulum Tadris Biologi
Kehadiran Dr. Evi Roviati menjadi momentum bagi Jurusan Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk melakukan peninjauan terhadap kurikulum yang saat ini dikembangkan.
Review kurikulum dilakukan bersama para pakar pendidikan biologi untuk memastikan capaian pembelajaran, integrasi keilmuan, serta kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, dan digitalisasi pendidikan.
Pembahasan juga diarahkan pada bagaimana program studi dapat menghasilkan lulusan yang memiliki literasi sains, kemampuan adaptasi, serta kepedulian terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Kurikulum Biologi Berorientasi SDGs
Sesi utama seminar menghadirkan sejumlah pakar dan pemangku kepentingan pendidikan. Dr. Drs. Rachmadi Widiharto, M.A., dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, menyampaikan arah kebijakan guru dan tenaga kependidikan 2026, termasuk pentingnya transformasi pembelajaran biologi yang berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs).
Sementara itu, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat, membahas pemetaan kebutuhan guru di NTB. Materi ini memberikan gambaran mengenai kualifikasi dan kompetensi guru yang dibutuhkan di lapangan.
Dari perspektif perguruan tinggi, Prof. Dr. Paidi, M.Si. dari Universitas Negeri Yogyakarta membahas transformasi kurikulum perguruan tinggi dan LPTK. Adapun Ketua Umum HPPBI, Murni Ramli, S.P., M.Si., Ed.D., menguatkan pembahasan melalui strategi pembelajaran biologi berbasis SDGs.
Perkuat Akreditasi dan Capaian Lulusan
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Lokakarya KPBI yang membahas akreditasi program studi dan asesmen Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).
Prof. Dr. Yuliani, M.Si. dari Universitas Negeri Surabaya membahas instrumen Akreditasi Prodi Lamdik 3.0. Sementara Dr. Bowo Sugiharto dari UNS mengulas pengukuran CPL dan upaya melampaui standar nasional. Materi kemudian dilengkapi Prof. Paidi mengenai pembelajaran inovatif jenjang SMA dan S1.
Bagi Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, forum ini menjadi ruang penting untuk memperoleh perspektif baru dalam pengembangan kurikulum. Hasil review diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan, dunia kerja, perkembangan teknologi, dan tantangan lingkungan.
Keterlibatan dalam forum nasional ini sekaligus memperkuat komitmen UIN Siber Cirebon untuk terus mengembangkan pendidikan biologi yang adaptif, inovatif, berbasis sains, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.





