UIN Siber Cirebon – Menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan imbauan, tetapi perlu dimulai dari tindakan nyata. Semangat inilah yang dibawa Himpunan Mahasiswa Pariwisata (HIMPARIS) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui praktik pengelolaan sampah di Rumah Sampah Kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Selasa, (13/10/26).
Kegiatan ini merupakan rangkaian Workshop Ecotourism bertajuk “Travel Responsibly, Preserve Naturally: Mewujudkan Ekowisata untuk Kampus Berkelanjutan”. Melalui praktik tersebut, mahasiswa diajak memahami cara mengelola sampah secara bertanggung jawab sekaligus mendukung gerakan Green Campus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menghadirkan Mardhah Sastri Utami, M.Biomed., sebagai pemateri yang memberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah bagi kelestarian lingkungan. Ia menjelaskan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran, menurunkan kualitas lingkungan, dan mengurangi daya tarik destinasi wisata.
Karena itu, pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya, termasuk melalui kebiasaan sederhana di lingkungan kampus. Prinsip ini juga menjadi bagian penting dalam pengembangan ekowisata, yaitu pariwisata yang memperhatikan kelestarian alam dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam sesi praktik, mahasiswa belajar memilah sampah organik dan anorganik serta mengenali berbagai cara pengolahannya. Sampah organik, seperti sisa makanan dan dedaunan, dapat diolah menjadi kompos, pupuk cair, maupun dimanfaatkan melalui lubang biopori. Teknologi anaerobic digester juga dapat digunakan untuk mengolah limbah organik tanpa oksigen dan menghasilkan biogas dalam kondisi yang sesuai.
Mahasiswa juga dikenalkan dengan pengomposan menggunakan drum atau gentong plastik sebagai alternatif sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan kampus maupun rumah. Dengan pengolahan yang tepat, sampah organik tidak selalu menjadi limbah, tetapi dapat kembali memberikan manfaat bagi tanah dan lingkungan.
Selain itu, peserta diajak mengurangi sampah plastik sekali pakai melalui penerapan prinsip Zero Waste. Kebiasaan membawa botol minum sendiri (tumbler), menggunakan tas belanja kain (tote bag), dan menghindari kemasan yang tidak diperlukan menjadi langkah kecil yang dapat memberikan dampak positif jika dilakukan bersama-sama.
Sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik, juga dapat dipilah untuk didaur ulang atau disalurkan melalui bank sampah. Cara ini membantu mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi.
Mahasiswa Rizki Laeli Ramadhani turut membantu memberikan penjelasan tentang penerapan pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari memilah sampah hingga mengurangi penggunaan plastik.
Melalui kegiatan ini, HIMPARIS berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep ekowisata, tetapi juga mampu menjadi pelopor perilaku ramah lingkungan. Semangat “Travel Responsibly, Preserve Naturally” menjadi pengingat bahwa menjaga alam dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Sebab, kampus berkelanjutan bukan hanya tentang ruang hijau, tetapi juga tentang kebiasaan warganya dalam menjaga bumi.





