UIN Siber Cirebon – Keterbatasan fasilitas digital bukan penghalang untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Hal ini dibuktikan Fathan Rahmat Manila, mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC), melalui penerapan model Teams Games Tournament (TGT) berbasis permainan kartu edukatif Moderation Card Battle di MTs NU Assalafie Babakan Ciwaringin, Rabu (14/10/2026).
Inovasi pembelajaran pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas IX ini mengajak siswa memahami materi agama melalui permainan, diskusi kelompok, kuis, dan kompetisi yang sehat. Metode tersebut menjadi alternatif pembelajaran interaktif tanpa bergantung pada perangkat digital.
Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menjawab pertanyaan dan menyelesaikan tantangan menggunakan kartu edukatif. Materi permainan mencakup pemahaman kandungan ayat, menebak arti atau terjemah, menyambung ayat, hingga menganalisis persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui permainan ini, siswa tidak hanya menguji pemahaman materi, tetapi juga belajar bekerja sama, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan menghargai kemampuan teman. Suasana belajar pun menjadi lebih dinamis karena siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Kreatif di Tengah Keterbatasan Fasilitas Digital
Pemilihan Moderation Card Battle berangkat dari kondisi MTs NU Assalafie Babakan Ciwaringin yang memiliki keterbatasan jumlah proyektor serta menerapkan kebijakan larangan membawa telepon genggam bagi siswa.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa PLP untuk menghadirkan media pembelajaran sederhana yang tetap menarik, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Guru pamong mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, M. Syarifuddin, S.Pd., menyambut positif penerapan inovasi tersebut.
“Penerapan inovasi pembelajaran ini sangat bagus dan menarik karena di MTs NU Assalafie siswa tidak diperkenankan membawa HP dan media digital juga terbatas. Kondisi ini terkadang menjadi tantangan dalam menerapkan model pembelajaran yang dapat menggugah minat belajar siswa. Apalagi, kegiatan ini selaras dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC),” ungkapnya.
Dukungan guru pamong menjadi bagian penting dalam pelaksanaan inovasi tersebut agar strategi pembelajaran tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, dan kondisi madrasah.
Wujud Implementasi Kompetensi Pedagogik Mahasiswa
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dra. Hj. Umamatul Khaeriyah, M.Ag., sebelumnya menegaskan bahwa mahasiswa PLP telah dibekali ilmu pedagogik untuk melaksanakan praktik pembelajaran di madrasah.
“Seluruh mahasiswa ini, insyaallah telah dibekali ilmu pedagogik yang cukup dan telah memenuhi syarat untuk melaksanakan kegiatan PLP di madrasah ini,” tuturnya saat pembukaan kegiatan PLP.
Penerapan TGT berbasis permainan kartu menjadi salah satu bentuk implementasi ilmu yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan. Mahasiswa juga belajar mengenali tantangan pembelajaran di lapangan dan merancang solusi kreatif sesuai kebutuhan siswa.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang mendorong tersedianya pendidikan inklusif dan kesempatan belajar yang bermakna bagi semua. Penggunaan media sederhana menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran dapat dikembangkan sesuai kondisi sekolah tanpa harus bergantung pada teknologi digital.
Melalui Moderation Card Battle, mahasiswa PLP PAI UIN Siber Cirebon diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an Hadis yang lebih menarik, partisipatif, dan kontekstual. Pengalaman ini sekaligus menjadi bekal untuk membentuk calon pendidik yang kreatif, adaptif, profesional, serta mampu mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran.





