UIN Siber Cirebon – Dua mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC), bersiap membawa kompetensi bahasa Arab ke ruang internasional. Keduanya terpilih mengikuti ITHLA Abroad Batch 8 di Malaysia, Singapura, dan Thailand pada 4–22 Oktober 2026.
Dua mahasiswa tersebut adalah Muhammad Balya, mahasiswa BSA semester 7I, dan Lu’lu Atul Ainiyah, mahasiswa BSA semester 5. Keduanya dinyatakan lolos setelah mengikuti proses seleksi yang meliputi wawancara dan tes kemampuan bahasa Arab.
Program yang diselenggarakan oleh ITHLA Indonesia ini menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademik dan sosial secara langsung di lingkungan internasional.
Praktik Bahasa Arab di Lingkungan Internasional
Bagi Jurusan BSA, keterlibatan mahasiswa dalam ITHLA Abroad memiliki nilai strategis. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman bepergian ke luar negeri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan kemampuan bahasa Arab yang diperoleh selama perkuliahan.
Selama program berlangsung, Balya dan Lu’lu akan terlibat dalam kegiatan pengajaran bahasa Arab di Ma’had Qur’an Tahfidz Selangor, Malaysia. Keduanya juga akan mengikuti kunjungan akademik ke sejumlah institusi pendidikan, di antaranya International Islamic University Malaysia (IIUM) dan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).
Rangkaian kegiatan juga berlangsung di Malaysia, Singapura, dan Thailand. Melalui agenda tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengenal perkembangan pendidikan, bahasa, dan budaya di kawasan Asia Tenggara sekaligus membangun jejaring akademik lintas negara.
Rektor: Manfaatkan Kesempatan dan Jaga Identitas
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan dukungan terhadap mahasiswa yang mendapatkan kesempatan mengembangkan diri melalui pengalaman internasional.
Menurutnya, pengalaman belajar di luar negeri dapat memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan beradaptasi, serta memperkaya pengalaman akademik dan sosial mahasiswa.
Prof. Aan Jaelani juga berpesan agar para delegasi memanfaatkan program tersebut secara maksimal dengan tetap membawa nilai-nilai keislaman dan budaya Indonesia.
“Manfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin. Kembangkan potensi diri dan pengalaman selama berada di luar negeri, tetapi tetap jaga nilai-nilai ketimuran, khususnya sebagai mahasiswa UIN yang merupakan bagian dari lembaga pendidikan Islam dan masyarakat Cirebon,” pesan Prof. Aan Jaelani.
FUA Dorong Internasionalisasi
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., menegaskan komitmen fakultas dalam mengawal berbagai agenda internasionalisasi kampus.
“Kami selalu terdepan dalam mengawal kegiatan internasionalisasi kampus. Upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat reputasi dan daya saing institusi menuju World University Ranking (WUR),” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan BSA, Erfan Gazali, M.Si., menyatakan kesiapan jurusan untuk terus mendukung program internasionalisasi.
Menurutnya, ITHLA Abroad menjadi bentuk nyata penerapan kompetensi bahasa Arab mahasiswa dalam ruang akademik dan sosial internasional.
“Keterlibatan mahasiswa dalam ITHLA Abroad menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana kompetensi bahasa Arab yang diperoleh di bangku kuliah dapat diimplementasikan dalam ruang akademik dan sosial internasional,” jelasnya.
Melalui program ini, Balya dan Lu’lu diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga mampu menjadi representasi UIN Siber Cirebon yang membawa kompetensi bahasa Arab, nilai keislaman, dan budaya Cirebon ke lingkungan global.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi pengembangan kapasitas mahasiswa sekaligus memperluas jejaring akademik internasional Jurusan BSA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.



