UIN Siber Cirebon — Rangkaian kegiatan Tracer Study UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN SSC), Rapat Kerja Nasional (Rakernas), serta Reuni Akbar Alumni Tahun 2026 berlangsung sukses dan penuh antusiasme. Kegiatan akbar ini diselenggarakan pada Minggu (11/1/2026) di Gedung Siber SBSN, dengan melibatkan sekitar 1.250 peserta alumni dari berbagai angkatan dan latar belakang profesi.
Mengusung tema “Alumni Kuat, Almamater Hebat”, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi alumni sekaligus momentum strategis untuk memperkuat kontribusi lulusan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam pembangunan nasional dan daerah. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana Tracer Study, guna menghimpun data komprehensif tentang sebaran alumni, relevansi kompetensi lulusan dengan dunia kerja, serta kontribusi nyata alumni di berbagai sektor.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia juga menggelar Seminar Nasional yang dipandu oleh salah satu pengurus IKA UIN SSC dengan menghadirkan Dr. Ai Nurhasan, AP., M.Si., sebagai narasumber utama. Seminar ini memberikan perspektif strategis mengenai arah pembangunan Provinsi Jawa Barat dalam jangka panjang dan menengah.
Dalam pemaparannya, Dr. Ai Nurhasan menjelaskan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yakni mencapai 50,3 juta jiwa, dengan luas wilayah sekitar 5,4 juta hektare. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadikan Jawa Barat sebagai lokomotif pembangunan nasional sekaligus wilayah dengan tantangan pembangunan yang kompleks.
Lebih lanjut, ia menguraikan Visi Pembangunan Jangka Panjang Daerah (KPJPD) Jawa Barat 2025–2045, yaitu “Termaju, Berdaya Saing Dunia, dan Berkelanjutan”, serta Visi Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat 2025–2030, yakni “Jawa Barat Istimewa”. Kedua visi tersebut menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Dr. Ai Nurhasan secara khusus menekankan konsep Panca Waluya sebagai nilai dasar pembangunan sumber daya manusia Jawa Barat. Panca Waluya mencakup lima dimensi utama, yakni cageur (sehat), bageur (berakhlak baik), bener (berintegritas), pinter (cerdas), dan singer (tangguh serta adaptif). Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus membentuk manusia yang utuh secara fisik, moral, intelektual, dan sosial.
“Panca Waluya bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah pembentukan manusia Jawa Barat yang utuh—sehat jasmani, kuat karakter, cerdas intelektual, serta adaptif terhadap perubahan zaman,” tegasnya.
Penekanan nilai Panca Waluya ini dinilai sangat relevan dengan peran alumni perguruan tinggi, khususnya alumni UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, baik di bidang pendidikan, keagamaan, pemerintahan, ekonomi, maupun sektor strategis lainnya.
Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama IKA UIN SSC menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat jejaring alumni, meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan pembangunan, serta mewujudkan almamater yang unggul, berdampak, dan berkelanjutan di era kampus siber.





