UIN Siber Cirebon – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperkuat langkah strategis untuk menjadikan Cirebon sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri halal nasional. Tidak hanya melalui sertifikasi halal, kampus Cyber Islamic University ini juga mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM), pendampingan UMKM, riset, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Komitmen tersebut dibahas dalam Dialog “Cirebon Menyapa” yang disiarkan langsung dari Studio Pro 1 RRI Cirebon dan kanal YouTube RRI Cirebon, Rabu (21/10/2026), pukul 08.00–09.00 WIB. Mengangkat tema “Ekosistem Halal Cirebon Berprestasi: Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi Menuju Pusat Industri Halal Nasional”, dialog dipandu Nono Kartono dengan menghadirkan Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon, Dr. H. Rodiya, ST., MM., serta Kepala Pusat Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mariyah Ulfah, M.E.Sy.
Dalam dialog tersebut, Mariyah Ulfah menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran lebih luas daripada sekadar menyelenggarakan pendidikan. Kampus juga dapat menjadi penggerak ekosistem halal yang menghubungkan pelaku usaha, pemerintah, tenaga profesional, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Peran itu dijalankan melalui layanan LPH UIN Siber Cirebon, termasuk pendampingan proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha, penguatan UMKM, serta penyediaan sumber daya pendukung seperti Pendamping Proses Produk Halal (P3H), penyelia halal, dan juru sembelih halal (Juleha).
“UIN Siber Cirebon bertekad menjadikan kawasan kampus dan wilayah Cirebon sebagai pusat pertumbuhan industri halal nasional melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah,” ujar Mariyah.
FASTIH Disiapkan untuk Melahirkan SDM Unggul Industri Halal
Komitmen tersebut juga mendapat dukungan dari pimpinan universitas. Salah satu langkah strategis yang digagas Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., adalah pendirian Fakultas Sains dan Teknologi Industri Halal (FASTIH).
Fakultas ini dirancang untuk memperkuat pengembangan SDM, riset, dan inovasi dengan mengintegrasikan sains, teknologi modern, serta standar kehalalan. Dengan penguatan keilmuan tersebut, industri halal diharapkan tidak hanya bertumpu pada pemenuhan sertifikasi, tetapi juga berkembang melalui inovasi produk, peningkatan kualitas, dan daya saing usaha.
Upaya UIN Siber Cirebon dalam pengembangan ekosistem halal turut tercermin melalui kiprahnya dalam pemeringkatan UB Halal Metric serta partisipasi sivitas akademika dalam Indonesia Halal Industry Award (IHYA). Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan industri halal.
Kolaborasi untuk Membuka Peluang Ekonomi
Sinergi antara UIN Siber Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Cirebon menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat industri halal bagi masyarakat. Kolaborasi ini berpotensi membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, dan mengembangkan produk yang memenuhi standar halal.
Bagi masyarakat, ekosistem halal bukan hanya tentang label pada kemasan. Ekosistem ini mencakup proses produksi, bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi yang sesuai dengan ketentuan halal. Karena itu, penguatan industri halal membutuhkan keterlibatan banyak pihak secara berkelanjutan.
Melalui penguatan LPH, rencana pengembangan FASTIH, pendampingan pelaku usaha, serta kerja sama dengan pemerintah daerah, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimistis dapat mengambil peran lebih besar dalam pengembangan industri halal.
Langkah ini sekaligus menjadi ajakan bagi pemerintah, pelaku UMKM, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk bergerak bersama. Dengan kolaborasi dan inovasi, Cirebon berpeluang tumbuh menjadi kawasan industri halal yang produktif, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.





