UIN Siber Cirebon – Nilai Pancasila dan semangat persatuan kembali diteguhkan dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang digelar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di halaman Rektorat, Kamis (1/10/2026). Upacara menjadi momentum bagi sivitas akademika untuk merefleksikan nilai kebangsaan sekaligus memperkuat komitmen dalam menerapkannya di lingkungan kampus dan masyarakat.
Upacara diikuti para pegawai dan unsur sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., bertindak sebagai inspektur upacara.
Pelaksanaan upacara tersebut merupakan tindak lanjut Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 8640/SJ/B.VI/HM.00/09/2026 tanggal 29 September 2026 tentang Pemberitahuan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026.
Penyelenggaraan kegiatan juga mengacu pada Surat Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor B/668/MK/TU.02.03/2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026.
Hari Kesaktian Pancasila, Momentum Meneguhkan Persatuan
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar negara dan pijakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam lingkungan perguruan tinggi, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang luas. Pancasila tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran mengenai kebangsaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan akademik, pelayanan publik, serta hubungan sosial di lingkungan kampus.
Pelaksanaan upacara di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi ruang refleksi bersama untuk menjaga nilai persatuan, gotong royong, toleransi, keadilan, dan tanggung jawab agar tetap hadir dalam aktivitas sivitas akademika.
Nilai Kebangsaan di Tengah Transformasi Digital
Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri berbasis siber, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkembang seiring dengan transformasi digital dalam penyelenggaraan pendidikan dan layanan kelembagaan.
Perkembangan teknologi membawa perubahan dalam cara sivitas akademika belajar, bekerja, berkomunikasi, dan memberikan pelayanan. Di tengah perubahan tersebut, nilai kebangsaan tetap menjadi bagian penting yang perlu dijaga agar transformasi digital tidak hanya menghasilkan kemajuan teknologi, tetapi juga memperkuat karakter dan integritas.
Semangat Pancasila dapat diwujudkan melalui cara menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, menghargai perbedaan, membangun kolaborasi, serta menjaga ruang akademik yang inklusif dan saling menghormati.
Dari Seremoni Menuju Pengamalan Nilai
Kehadiran para pegawai dan sivitas akademika dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga nilai kebangsaan sekaligus memperkuat integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Peringatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat diterjemahkan ke dalam tindakan nyata, mulai dari bekerja secara disiplin dan bertanggung jawab, memberikan pelayanan dengan baik, menghargai perbedaan, hingga menjaga persatuan di lingkungan kampus dan masyarakat.
Bagi sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, penguatan nilai kebangsaan juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi dan literasi digital, tetapi juga berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa.
Pancasila sebagai Pijakan Menghadapi Masa Depan
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan dan transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai kebangsaan. Kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman perlu disertai dengan tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Melalui momentum ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong tumbuhnya budaya akademik yang menjunjung nilai Pancasila, semangat kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.
Dengan demikian, transformasi menuju perguruan tinggi berbasis siber tidak hanya diarahkan pada kemajuan teknologi dan kualitas layanan, tetapi juga pada penguatan karakter sivitas akademika sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang beragam dan terus berkembang.


