UIN Siber Cirebon — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Workshop Strategi Peningkatan Rekognisi Publik dan Dunia Industri Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Auditorium Gedung Siber Lantai 8. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan implementasi kerja sama (MoU) serta strategi peningkatan daya saing dan pengakuan publik terhadap program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Workshop menghadirkan perwakilan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Siber Cirebon, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, S.E., M.Si., serta dimoderatori oleh Kepala UPT PJJ UIN Siber Cirebon, Dr. Muslihudin, M.Ag.
Penguatan Implementasi MoU dan Kolaborasi PJJ
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Cirebon, Dr. H. Saifuddin, M.Ag., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan tindak lanjut implementasi MoU serta forum strategis untuk memperkuat rekognisi publik dan dunia industri terhadap PJJ.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan balasan dari UNY serta kerja sama yang telah terjalin dengan Kementerian Agama Kabupaten Banggai.
“Workshop ini menjadi ruang berbagi praktik baik terkait pengelolaan PJJ antara UIN Siber Cirebon dan UNY. Kami berharap MoU dengan Kementerian Agama Banggai menjadi awal yang baik untuk penguatan SDM dan perluasan akses pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program PJJ di FITK terus dikembangkan sebagai bentuk komitmen UIN Siber Cirebon dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Riset, dan Kerja Sama UNY, Prof. Dr. Dyah Kumalasari, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus tindak lanjut kerja sama yang telah disepakati.
“Kami menyampaikan salam dari pimpinan UNY dan merasa terhormat dapat belajar langsung mengenai siberisasi di UIN Cirebon. Melalui kolaborasi ini, kita dapat saling berbagi pengalaman dalam mengelola PJJ, termasuk terkait perizinan, akreditasi, dan penguatan mutu,” ungkapnya.
Menurutnya, PJJ memiliki peran strategis dalam memfasilitasi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses pendidikan akibat jarak maupun kondisi geografis.
PJJ sebagai Mandatori dan Penguatan SDM Nasional
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Wakil Rektor I UIN Siber Cirebon, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, S.E., M.Si., menegaskan bahwa transformasi menjadi kampus siber merupakan mandat dari Kementerian Agama.
Ia menjelaskan bahwa penguatan PJJ lahir dari kebutuhan peningkatan kompetensi guru, khususnya mereka yang telah lama mengabdi di pesantren dan membutuhkan sertifikasi pendidik.
“Sebagai kampus siber, kita harus kuat dari sisi teknologi, fasilitas, dan SDM. Saat ini mahasiswa PJJ UIN Siber Cirebon berasal dari enam negara dan akan terus kami kembangkan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa layanan digitalisasi tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa PJJ, tetapi juga seluruh mahasiswa UIN Siber Cirebon. Penguatan SDM dosen dilakukan melalui pelatihan pembuatan video pembelajaran dan pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi.
Dukungan terhadap perluasan akses pendidikan juga datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Drs. H. Suardi Kandjai, M.Pd. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di wilayah timur Indonesia.
“Banyak tenaga pendidik, khususnya PPPK di pesantren, yang masih lulusan SMA atau Aliyah. Program PJJ menjadi peluang besar dalam meningkatkan kualitas SDM. Saya akan menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat Sulawesi Tengah sebagai bagian dari program ‘Cerdas’ yang dicanangkan Gubernur,” ujarnya.
Integrasi AI dalam Pendidikan Jarak Jauh
Workshop ini juga menghadirkan Dr. Phil Rahmatul Irfan, S.T., M.T., Kepala Laboratorium PJJ UNY, yang memaparkan materi bertajuk Artificial Intelligence and Machine Learning in Education. Dalam paparannya, ia menjelaskan potensi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran jarak jauh.
Selain itu, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf turut memaparkan strategi penguatan rekognisi publik dan dunia industri terhadap PJJ UIN Siber Cirebon, termasuk penguatan mutu akademik, tata kelola, serta kolaborasi lintas institusi.
Melalui workshop ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam mengembangkan Pendidikan Jarak Jauh yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
(Bexdoc)










