UIN Siber Cirebon — Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) menggelar Rapat Koordinasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN Tahun 2026 dengan mengusung tagline “Rise as the Future Hero” pada Rabu, 7 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh Koordinator Penanggung Jawab Hubungan Masyarakat (PJ Humas) PTKIN se-Indonesia.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon mengikuti kegiatan secara kolektif dan lintas unit, menegaskan kesiapan institusi sebagai kampus siber pertama di Indonesia dalam menyukseskan pelaksanaan PMB PTKIN 2026 berbasis digital.
Peserta Zoom dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya diwakili oleh Pranata Humas Ahli Muda Mohamad Arifin selaku PJ Humas, tetapi juga diikuti secara aktif oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kepala Biro Akademik, Keuangan dan Umum, Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik, Pusat Admisi dan Promosi, PJ TIK, PJ Humas beserta Tim Humas, PJ Sistem Seleksi Elektronik (SSE) bersama Tim PUSTIKOM, Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, serta UPT Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Kehadiran lengkap lintas unsur ini mencerminkan keseriusan dan kesiapan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengawal seluruh tahapan PMB PTKIN 2026, mulai dari aspek akademik, teknologi informasi, layanan admisi, hingga strategi komunikasi publik.
Rapat koordinasi dipandu oleh Neni Kurniawati dari UIN Ponorogo dan menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi kehumasan PTKIN dalam menyosialisasikan tahapan seleksi nasional. Pembahasan mencakup strategi publikasi pendaftaran siswa, verifikasi nilai rapor, serta pelaksanaan ujian berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE).
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN Tahun 2026, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., yang juga Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung, secara resmi membuka kegiatan Rakor Nasional PMB PTKIN 2026. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Humas merupakan ujung tombak dalam penguatan informasi publik, khususnya pada agenda strategis Kementerian Agama RI melalui PMB PTKIN 2026.
“Humas harus mampu mengorkestrasi publikasi secara masif, terstruktur, dan berkelanjutan. PMB PTKIN 2026 adalah hajat besar Kementerian Agama RI yang informasinya harus menjangkau sekolah, madrasah, dan pondok pesantren di seluruh Indonesia,” tegas Prof. Abd. Aziz.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia nasional, pokja, dan penanggung jawab di masing-masing PTKIN, serta menekankan pentingnya timeline publikasi yang konsisten, khususnya bagi Pokja Humas, dengan prinsip one day, one information.
Dalam sesi sosialisasi teknis, Haris Setiaji selaku Koordinator PJ TIK/SSE memaparkan secara detail alur dan mekanisme PMB PTKIN 2026. Ia menegaskan bahwa kesiapan teknis, konsistensi prosedur, serta keandalan infrastruktur teknologi di setiap PTKIN menjadi faktor penentu keberhasilan seleksi nasional.
“Panitia nasional menyiapkan perangkat seperti sistem, materi, dan identitas visual. Namun, rebranding, sosialisasi, dan publikasi menjadi tanggung jawab masing-masing PTKIN,” jelas Haris.
Setelah rangkaian pembukaan dan penyampaian arahan dari Panitia Nasional, sesi diskusi interaktif secara daring resmi dibuka, memberikan ruang bagi peserta dari seluruh PTKIN untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta berbagi praktik baik terkait strategi komunikasi, publikasi, dan pengelolaan informasi PMB PTKIN 2026. Sesi ini menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi dan mengantisipasi potensi kendala di lapangan.
Rangkaian kegiatan rakor kemudian dilanjutkan dengan sesi materi strategis PJ Humas yang disampaikan oleh Widi Cahya Adi, Koordinator Pokja PJ Humas PMB PTKIN dari UIN Walisongo Semarang. Dalam paparannya, Widi menegaskan bahwa PJ Humas pada PMB SPAN dan UM-PTKIN mendapatkan perhatian khusus langsung dari Ketua Panitia Pusat PMB PTKIN.
Menurutnya, peran Humas tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi menjadi penanggung jawab utama hilirisasi informasi PMB PTKIN kepada publik secara utuh, akurat, dan berkelanjutan.
“Humas PMB PTKIN adalah garda terdepan. Tidak hanya bertugas menyebarkan informasi, tetapi juga menjadi pihak yang paling bertanggung jawab dalam mengubah mindset stakeholder bahwa PTKIN memiliki banyak keunggulan, termasuk prospek masa depan lulusan yang relevan dengan dunia kerja,” tegas Widi.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan PMB PTKIN tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah pendaftar, tetapi juga dari tingginya angka pendaftar ulang. Oleh karena itu, Humas dituntut mampu membangun narasi keunggulan institusi secara konsisten dan meyakinkan.
“Tugas humas bukan hanya meningkatkan pendaftar, tetapi memastikan calon mahasiswa benar-benar memilih dan mendaftar ulang di PTKIN,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Widi menegaskan bahwa PMB PTKIN 2026 harus disukseskan melalui kolaborasi lintas unit dan lintas lembaga. Sinergi tidak hanya dilakukan di internal kampus, tetapi juga melibatkan Kanwil Kementerian Agama, Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, sekolah-sekolah (SMA, MAN, SMK), serta pondok pesantren sebagai mitra strategis sosialisasi.
Melalui partisipasi aktif dan kehadiran lintas unit dalam Rakor Nasional ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan perannya sebagai kampus Islam berbasis siber yang adaptif, kolaboratif, dan siap menyukseskan PMB SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN 2026 secara profesional, transparan, dan berintegritas.










