UIN Siber Cirebon – Persiapan menghadapi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) III Tahun 2026 terus dimatangkan oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Memasuki tahapan penetapan peserta kontingen, universitas memperkuat koordinasi antara pimpinan, pengelola, dan para koordinator bidang lomba untuk memastikan mahasiswa yang dipersiapkan dapat mengikuti rangkaian OASE dengan baik.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penetapan Peserta Kontingen OASE III Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang SENAT Lantai 2 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (23/9/2026). Rapat ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Persiapan OASE III 2026 yang telah dilaksanakan pada 17 September 2026.
Mematangkan Kontingen Sejak Tahap Awal
Rapat dipimpin oleh Kabag Umum dan Akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Zainal Arifin, S.Ag., dan dihadiri Wakil Rektor III, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., serta para koordinator bidang lomba.
Pembahasan diarahkan pada tiga agenda utama, yakni penetapan peserta kontingen OASE III 2026, pemenuhan persyaratan pendaftaran by name melalui aplikasi OASE III 2026, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kesiapan kontingen.
Tahapan tersebut menjadi penting karena persiapan kompetisi tidak hanya berkaitan dengan menentukan nama peserta. Setiap mahasiswa perlu dipastikan memiliki kesiapan sesuai bidang lomba, sementara koordinator perlu mengawal proses administrasi dan pembinaan agar berjalan secara terarah.
Dengan demikian, persiapan dilakukan sejak awal agar mahasiswa memiliki ruang yang cukup untuk mempersiapkan kemampuan, memahami ketentuan perlombaan, serta berkoordinasi dengan pengelola masing-masing bidang.
Prof. Hajam: Persiapkan Mahasiswa secara Maksimal
Mewakili Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Wakil Rektor III Prof. Dr. Hajam, M.Ag., mendorong seluruh pengelola dan koordinator lomba untuk memberikan perhatian maksimal terhadap persiapan mahasiswa.
Dalam dialog bersama peserta rapat, Prof. Hajam menekankan pentingnya kesiapan yang dilakukan secara terencana.
“Mahasiswa perlu dipersiapkan secara maksimal. Jangan hanya melihat dari sisi pendaftarannya, tetapi juga bagaimana kesiapan mereka sesuai dengan bidang lomba yang akan diikuti.”
Ia juga mendorong agar koordinasi antarpengelola terus diperkuat sehingga setiap peserta mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan.
“Koordinator bidang lomba perlu memastikan mahasiswa yang dipilih benar-benar mendapatkan ruang untuk mempersiapkan diri. Kita kawal bersama prosesnya, sehingga ketika waktunya tiba, mereka sudah lebih siap mengikuti kompetisi.”
Dorongan tersebut menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi di bidang agama, sains, dan riset.
Koordinasi Menjadi Kunci Kesiapan
Sementara itu, Zainal Arifin, S.Ag. selaku pimpinan rapat mengarahkan pembahasan agar tahapan penetapan peserta dan persyaratan by name dapat diselesaikan secara terkoordinasi.
Menurutnya, setiap bidang lomba perlu memperhatikan kelengkapan data peserta serta ketentuan yang berlaku dalam aplikasi OASE III 2026. Koordinasi sejak tahap awal diharapkan dapat meminimalkan kendala administratif sekaligus memberikan kepastian dalam proses persiapan mahasiswa.
Dialog antara pimpinan dan koordinator bidang lomba juga menjadi bagian dari rapat untuk melihat kesiapan masing-masing bidang. Para koordinator menyampaikan perkembangan peserta dan kebutuhan persiapan sesuai bidang yang ditangani, sementara pimpinan memberikan arahan agar proses pembinaan dilakukan secara lebih terukur.
Ruang koordinasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menyamakan langkah. Bagi mahasiswa, dukungan yang terorganisasi sejak awal dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang mempertemukan mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah.
Membangun Kesiapan, Membuka Ruang Prestasi
OASE PTKIN III Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3–7 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Namun, sebelum pelaksanaan tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon masih memiliki sejumlah tahapan persiapan yang perlu diselesaikan.
Rapat penetapan peserta menjadi salah satu bagian dari proses tersebut. Setelah peserta ditetapkan dan persyaratan by name dipenuhi, proses dapat dilanjutkan dengan penguatan kesiapan sesuai bidang lomba masing-masing.
Keikutsertaan dalam OASE juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan nonakademik. Bidang agama, sains, dan riset yang dipertandingkan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan, memperluas pengalaman, serta membawa nama almamater dalam ajang tingkat PTKIN.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kesiapan kontingen dibangun melalui proses yang bertahap dan kolaboratif. Pimpinan, pengelola, koordinator bidang lomba, dan mahasiswa memiliki peran masing-masing dalam memastikan persiapan berjalan dengan baik.
Dengan semangat “UIN Siber Cirebon siap”, universitas terus mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, sementara seluruh unsur pendukung terus memperkuat koordinasi agar setiap tahapan OASE III 2026 dapat dipersiapkan secara optimal.
Persiapan yang dilakukan sejak sekarang bukan sekadar tentang mengikuti kompetisi, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan pengalaman, dan membawa semangat akademik kampus dalam ajang OASE PTKIN III Tahun 2026.


