UIN Siber Cirebon – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkontribusi dalam penguatan karakter dan kapasitas kepemimpinan generasi muda melalui pembekalan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di SMA Negeri 1 Babakan, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di masjid SMAN 1 Babakan pukul 10.00–12.00 WIB ini diikuti sekitar 500 siswa kelas X dengan materi komunikasi efektif, berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kewarganegaraan digital.
Pembekalan disampaikan oleh Wisnu Hatami, M.Pd., dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus alumni SMAN 1 Babakan. Melalui pendekatan interaktif, siswa diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengarahkan orang lain, tetapi juga mencakup integritas, tanggung jawab, kecakapan berkomunikasi, dan kebijaksanaan dalam menggunakan teknologi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan siswa menghadapi tantangan di lingkungan sekolah maupun ruang digital yang semakin dinamis.
Perkuat Komunikasi dan Kemampuan Berpikir Kritis

Dalam sesi pembekalan, Wisnu mengajak siswa memahami pentingnya komunikasi efektif melalui contoh kesalahpahaman dalam percakapan sehari-hari. Siswa didorong untuk tidak terburu-buru menyimpulkan maksud orang lain, melainkan membiasakan diri mendengarkan, memahami konteks, dan mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Melalui studi kasus yang melibatkan partisipasi peserta, siswa diajak mengenali persoalan, mempertimbangkan berbagai alternatif penyelesaian, serta memperhitungkan konsekuensi dari keputusan yang diambil.
Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai peserta aktif dalam proses pembelajaran. Keterampilan tersebut diharapkan dapat diterapkan ketika mereka menjalankan organisasi sekolah, menghadapi perbedaan pendapat, maupun bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.
Bekali Siswa dengan Etika dan Tanggung Jawab Digital
Di tengah pesatnya perkembangan media sosial, kewarganegaraan digital menjadi salah satu materi penting dalam pembekalan LDKS. Siswa diajak memahami bahwa setiap aktivitas di ruang digital memerlukan sikap kritis, kehati-hatian, dan tanggung jawab.
Wisnu menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak sebelum membagikan informasi atau menuliskan komentar di media sosial.
“Jempol kita juga punya tanggung jawab. Apa yang kita bagikan dan komentari bisa berdampak pada orang lain,” ujarnya.
Melalui contoh fenomena viral di media sosial, siswa diajak membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi, mengenali potensi kesalahpahaman, dan tidak langsung menyebarkan konten yang belum terverifikasi. Mereka juga didorong untuk mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakan digital terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Pembekalan ini menegaskan bahwa kecakapan digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga tentang etika, kesadaran sosial, dan tanggung jawab dalam berinteraksi di ruang digital.
Tanamkan Integritas sebagai Fondasi Kepemimpinan
Selain komunikasi dan literasi digital, pembentukan integritas menjadi pesan utama dalam materi kepemimpinan. Wisnu mengajak siswa memahami bahwa pemimpin yang baik harus mampu menunjukkan konsistensi antara perkataan dan tindakan, termasuk ketika tidak ada orang yang mengawasi.
“Pemimpin yang bisa dipercaya tetap melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada orang yang mengawasi,” tegasnya.
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Wisnu membagikan pengalaman berorganisasi dan bermain bola basket sebagai contoh pentingnya kerja sama, kedisiplinan, komunikasi, dan tanggung jawab. Pengalaman itu menggambarkan bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh komitmen setiap anggota dalam menjalankan perannya.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam organisasi sekolah dan membangun lingkungan yang positif. Dengan integritas sebagai fondasi, siswa diharapkan mampu menjalankan peran kepemimpinan secara bertanggung jawab serta memperoleh kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya.
Dorong Generasi Muda Menikmati Masa Sekolah secara Positif

Pembekalan LDKS juga menjadi momentum untuk mengajak siswa menghargai masa SMA sebagai periode penting dalam pembentukan karakter, pengembangan potensi, dan penguatan persahabatan. Wisnu menggunakan cerita dari drama Korea Twinkling Watermelon untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya menghargai waktu bersama orang-orang terdekat.
“Dari drakor Twinkling Watermelon, kita bisa belajar bahwa waktu bersama orang-orang yang kita sayangi itu berharga. Jadi, nikmati masa SMA kalian, jaga persahabatan, berani mencoba, dan jangan menunggu semuanya berlalu untuk menyadari betapa berharganya masa ini,” tuturnya.
Kegiatan ini turut didukung oleh Maulana Yusuf, S.Pd. dan Jamaludin Fasyah, S.Pd., guru sekaligus panitia LDKS yang merupakan teman seangkatan Wisnu. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembekalan yang relevan dengan kebutuhan siswa dalam mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan karakter.
Melalui kegiatan ini, UIN Siber Cirebon turut memperkuat peran pendidikan tinggi dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda. Sebanyak 500 siswa kelas X SMAN 1 Babakan diharapkan mampu menerapkan keterampilan komunikasi, berpikir kritis, pemecahan masalah, serta etika digital dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan penutup yang disampaikan dalam pembekalan tersebut merangkum nilai-nilai yang perlu diterapkan calon pemimpin muda: “Dengar dulu. Pikir dulu. Bertindak dengan baik. Enjoykeun masa SMA kalian!”
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan keterampilan hidup, pembentukan karakter, dan pembelajaran yang mendukung kesiapan generasi muda menghadapi tantangan era digital.


