UIN Siber Cirebon (Yogyakarta) – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat layanan pengembangan karier mahasiswa dan alumni agar lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja. Komitmen ini diwujudkan melalui keikutsertaan Pusat Pengembangan Karir UINSSC dalam Indonesia Career Center Network (ICCN) Summit 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 15–17 Oktober 2026.
Delegasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diwakili Wahyono, M.Pd.I., Kepala Pusat Pengembangan Karir, dan Nelly Husni Laeli, M.Pd., Sekretaris Pusat Pengembangan Karir. Keduanya mengikuti forum bertema “Transformasi Pusat Karier: Membangun Talenta Adaptif Menghadapi Tantangan Global” yang mempertemukan pengelola pusat karier perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku industri dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Noviar Rahmad, M.Si. Forum ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Ketenagakerjaan, ICCN, UNY, LinkedIn Indonesia, Pertamina Drilling Services Indonesia, TALENTBANK, dan Telkom University.
Sebagai pembicara utama, Prof. Dr. med. Setiawan, dr., AIFM dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menekankan pentingnya keselarasan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja. Pusat karier perlu bertransformasi agar tidak hanya menyediakan informasi lowongan, tetapi juga membantu mahasiswa mempersiapkan kompetensi dan merencanakan masa depan profesional.
Paparan dalam forum tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan keterampilan nonteknis (soft skill), seperti kepemimpinan, komunikasi, kemampuan memecahkan masalah, dan adaptasi. Program magang pun perlu dievaluasi agar memberikan pengalaman yang relevan dan berdampak nyata terhadap kesiapan kerja mahasiswa.
Kepala Pusat Pengembangan Karir UINSSC, Wahyono, M.Pd.I., menyampaikan bahwa partisipasi dalam ICCN Summit menjadi kesempatan untuk memperkaya pendekatan layanan karier di lingkungan kampus.
“Pusat bimbingan karier perlu hadir sebagai pendamping mahasiswa sejak mereka mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Kami ingin mendorong layanan yang tidak hanya memberikan informasi pekerjaan, tetapi juga membantu mahasiswa mengenali potensi, meningkatkan kompetensi, dan membangun kesiapan menghadapi kebutuhan industri,” demikian draf pernyataan Wahyono.
Sementara itu, Sekretaris Pusat Pengembangan Karir UINSSC, Nelly Husni Laeli, M.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi dan layanan yang mudah diakses mahasiswa maupun alumni.
“Melalui forum ini, kami memperoleh wawasan dan peluang jejaring untuk mengembangkan layanan karier yang lebih terarah. Ke depan, penguatan informasi peluang kerja, pendampingan karier, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan perguruan tinggi diharapkan dapat membantu mahasiswa dan alumni merencanakan karier secara lebih matang,” demikian draf pernyataan Nelly.
ICCN Summit 2026 juga mendorong pengembangan sistem informasi talenta, pemanfaatan rekam jejak karier alumni sebagai bahan evaluasi kurikulum, serta penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia usaha.
Melalui keikutsertaan ini, Pusat Pengembangan Karir UINSSC diharapkan dapat mengadopsi praktik baik untuk meningkatkan mutu layanan. Dengan begitu, pusat karier menjadi mitra strategis dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan adaptif menghadapi perubahan dunia kerja.





