UIN Siber Cirebon – Komitmen terhadap keterbukaan informasi publik terus diperkuat oleh Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon. Hal ini tercermin dalam rapat koordinasi Atasan PPID yang digelar secara daring melalui Zoom pada Minggu (5/4/2026) pukul 19.30–21.00 WIB.
Rapat strategis tersebut dihadiri langsung oleh pimpinan universitas mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro AKU, para Dekan, Direktur Pascasarjana, para Kepala Pusat, Ketua Lembaga, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Perencanaan, Pejabat Pengadaan, UPT Pustikom, hingga seluruh pengelola PPID di lingkungan kampus. Kegiatan dipandu oleh Ketua PPID Utama Universitas, Dr. H. Susari, MA.
Dalam arahannya sekaligus membuka acara, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan urgensi penguatan PPID sebagai bagian dari komitmen nasional Kementerian Agama.
“PPID menjadi salah satu fokus utama Kementerian Agama. Karena itu, kita harus memastikan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu menjadi kampus yang informatif, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Progres Pengisian Eviden Masih Perlu Percepatan
Rapat diawali dengan pemaparan laporan progres pengisian eviden website PPID oleh Koordinator PPID Pelaksana Universitas, Mohamad Arifin. Dalam laporannya, disampaikan bahwa pengisian data masih belum merata di seluruh unit kerja.
Sejumlah bidang bahkan belum melakukan pengisian sama sekali, di antaranya layanan informasi, penyebarluasan informasi, sistem informasi, hingga penyelesaian sengketa informasi. Sementara beberapa bidang lain sudah mulai mengisi, namun masih belum lengkap, terutama untuk data tahun 2024–2026.
“Mayoritas unit baru mengisi informasi wajib berkala, sementara informasi yang tersedia setiap saat masih belum optimal,” jelasnya.
Adapun beberapa unit seperti bidang keuangan, barjas, LPM, LPPM, hingga fakultas-fakultas tertentu telah melakukan pengisian, namun masih memerlukan penyempurnaan data.
Target Nasional dan Strategi Percepatan
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa website PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ditargetkan mencapai nilai maksimal paling lambat 25 April 2026, sebagai persiapan menghadapi monitoring dan evaluasi oleh Komisi Informasi Pusat pada Mei–Juni 2026.
Untuk mendukung percepatan, akan digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Website PPID Tahap 2 pada 15–17 April 2026 dengan konsep bootcamp intensif.
Kegiatan ini dirancang agar seluruh peserta fokus melakukan pengisian data secara langsung, didampingi oleh pimpinan unit kerja, serta menghadirkan narasumber dari PPID Utama Kementerian Agama dan Komisi Informasi Pusat.
Menariknya, dalam rangka menjaga efektivitas, seluruh peserta diwajibkan menggunakan transportasi bus kampus guna memastikan kehadiran penuh selama kegiatan berlangsung.
Inovasi Digital: Website hingga PPID Mobile
Selain evaluasi data, dalam rapat Kepala Pustikom Riyanto, S.Kom.,M.Kom., juga memaparkan perkembangan aplikasi pintar website PPID yang dikembangkan secara mandiri oleh kampus. Aplikasi ini dirancang ramah pengguna, termasuk aksesibilitas bagi difabel, serta terintegrasi dengan sistem pengelolaan data berbasis SK Rektor.
Tak hanya itu, pengembangan PPID Mobile tahap dua juga telah berhasil diunggah ke Play Store, sebagai upaya memperluas akses informasi publik secara digital dan real-time.
Diskusi Interaktif dan Literasi PPID
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan mendasar mengemuka, mulai dari:
- Apa itu Daftar Informasi Publik (DIP)
- Informasi Wajib Berkala
- Informasi Tersedia Setiap Saat
- Informasi Serta Merta
- Informasi Barang dan Jasa
- Hingga Informasi yang Dikecualikan
Diskusi ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan pemahaman seluruh pengelola terhadap standar keterbukaan informasi publik.
Komitmen Menuju Kampus Informatif
Sebagai penutup, pimpinan menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh unit kerja untuk segera menuntaskan pengisian data sesuai standar yang ditetapkan.
Dengan penguatan regulasi internal, monitoring intensif, serta dukungan penuh pimpinan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimistis dapat meraih predikat Kampus Informatif dalam penilaian keterbukaan informasi publik tahun 2026.
Langkah ini sekaligus menegaskan posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi berbasis digital yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga transparan dan akuntabel dalam tata kelola informasi.


