UIN Siber Cirebon — International Office Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan Pre-Conference AsiaCALL pada Jumat, 14 November 2025. Agenda ini menjadi pemanasan strategis menjelang AsiaCALL International Conference ke-22, sekaligus menandai sejarah baru karena untuk pertama kalinya konferensi internasional berskala global ini digelar di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Mengusung tema “AI in Language Education: Opportunities, Challenges, and Future Directions”, acara yang berlangsung di lantai delapan Gedung Siber tersebut menghadirkan atmosfer diskusi akademik yang dinamis dan inovatif. Para peserta—dosen, mahasiswa, serta delegasi internasional—hadir untuk mengeksplorasi masa depan pembelajaran bahasa berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan kesiapan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat kolaborasi ilmiah internasional, memperkuat Cirebon sebagai kota yang kini menjadi sorotan dunia akademik.
Narasi Ilmiah dari Dua Pakar Nasional
Sesi utama menghadirkan dua narasumber Indonesia:
- Wulan Rahmatunisa, M.Pd. (Universitas Kuningan)
Materi: “AI Tools for Language Education”
Ia memperlihatkan bagaimana teknologi AI dapat mengubah cara guru mengajar dan siswa belajar secara praktis dan efektif.
- Sirniawati, S.Pd.I, M.Pd.I. (Universitas Muhammadiyah)
Materi: “AI in Action: Empowering ESL Teachers to Thrive in the Intelligent Age”
Ia menegaskan bahwa AI bukan pengganti guru, melainkan katalis penguatan pembelajaran yang humanis.
Kedua materi mendapat sambutan hangat dari peserta dan memperkuat posisi Indonesia dalam memajukan pedagogi digital di Asia Tenggara.
Para Distinguished Speakers AsiaCALL Terlibat Aktif
Acara ini turut dihadiri tamu kehormatan AsiaCALL 2025, di antaranya:
- Prof. Dr. Pham Vu Phi Ho (Industrial University of Ho Chi Minh City)
- Professor Emeritus (University of Canberra)
- Prof. Dr. Hassan Khosravi (The University of Queensland)
- Professor Shameem Rafik-Galea (SEGi University)
- Made Hery Santosa, Ph.D. (Universitas Pendidikan Ganesha)
Mereka menyampaikan warming speech yang menyoroti evolusi AsiaCALL sejak 2009, khususnya tantangan AI seperti kemunculan referensi palsu dalam riset akademik yang harus ditangani dengan serius oleh komunitas ilmiah global.
Komitmen Global dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Direktur International Office sekaligus President AsiaCALL 2025, Lala Bumela Sudimantara, Ph.D., membuka acara dengan menegaskan bahwa:
Transformasi dari IAIN ke UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon merupakan lompatan strategis menuju global engagement, dengan AI sebagai medium kreativitas dan inovasi dalam pendidikan bahasa.
Ia menggambarkan Cirebon sebagai kota harmoni, dengan nilai budaya yang melekat pada pengembangan akademik kampus.
Pre-conference ini menjadi simbol keterpaduan identitas lokal dan jejaring global dalam satu panggung ilmiah.
Wadah Interaksi Mahasiswa dan Pakar Dunia
Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkesempatan berdialog langsung dengan para ahli internasional. Antusiasme peserta mengukuhkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus dengan iklim akademik progresif dan keterbukaan terhadap kolaborasi lintas negara.
Sirniawati, M.Pd.I., menutup sesi dengan harapan bahwa peserta mampu menerapkan pengetahuan baru dalam pembelajaran di kelas dan riset akademik.
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Menuju Pusat Pemikiran Global
Pre-Conference AsiaCALL 2025 menegaskan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah naik kelas dari institusi regional menjadi pemimpin diskursus global dalam pembelajaran bahasa berbasis teknologi.
Dengan keberhasilan ini, seluruh perhatian kini tertuju ke Konferensi Internasional AsiaCALL 2025 yang siap digelar di Cirebon—di mana tradisi dan teknologi berkolaborasi untuk mendefinisikan ulang pendidikan masa depan.





