UIN Siber Cirebon — Rangkaian workshop intensif peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon mencapai puncaknya pada Jumat (19/12/2025). Setelah dua hari sebelumnya difokuskan pada penguatan karakter berbasis ecotheology dan penguasaan teknologi Agentic AI, hari ketiga diarahkan pada strategi eksekusi melalui materi “Coaching Skill & Agile Ways of Working” yang difasilitasi oleh Tim ECC.co.id.
Sesi penutup ini menjadi titik krusial dalam memastikan transformasi digital UIN Siber Syekh Nurjati tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar terimplementasi dalam budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi kinerja.
Dari Budaya Instruksi Menuju Budaya Pemberdayaan
Dalam paparannya, Tim ECC menekankan pentingnya transformasi pola komunikasi dan kepemimpinan ASN dari pendekatan directing (memberi instruksi) menuju coaching (memberdayakan). Melalui pengenalan Model Coaching IGROW (Issue, Goal, Reality, Options, Will), peserta diajak untuk membangun komunikasi yang mendorong refleksi, penggalian potensi, serta pengambilan keputusan yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.
“Di lingkungan universitas siber, perubahan berlangsung sangat cepat. Karena itu, ASN tidak hanya dituntut cakap secara teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang memberdayakan melalui active listening dan powerful questioning,” ungkap salah satu pemateri dari Tim ECC.
Pendekatan ini dipandang relevan dalam menghadapi tantangan kerja kompleks di era transformasi digital dan Industri 5.0, di mana kolaborasi lintas unit dan kecepatan respons menjadi kunci utama.
Terapkan Agile Ways of Working, Percepat Layanan Publik
Sejalan dengan arahan Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tentang perlunya “lompatan besar” dalam tata kelola, peserta juga dibekali dengan metode kerja Agile Ways of Working. Tim ECC memperkenalkan pemanfaatan platform kolaborasi digital seperti Trello untuk mendesain dan memantau proyek kerja secara transparan dan terukur.
Dalam simulasi yang dilakukan, ASN dilatih memecah tujuan strategis institusi menjadi backlog dan task yang jelas, dengan penekanan pada tiga elemen utama:
- PIC (Person in Charge) yang tegas dan akuntabel,
- DoD (Definition of Done) sebagai indikator ketercapaian pekerjaan, dan
- WtC (Work Time Commitment) atau estimasi waktu pengerjaan.
Metode ini diharapkan mampu memangkas sekat birokrasi yang kaku serta meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan responsivitas layanan akademik maupun administrasi di lingkungan UINSSC.
Menutup Rangkaian Workshop: Spirit Perubahan Berkelanjutan
Selama tiga hari pelaksanaan, workshop ini telah membekali ASN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan paket kompetensi yang komprehensif: mulai dari kesadaran spiritual dan lingkungan (ecotheology), penguasaan teknologi masa depan (Agentic AI), hingga budaya kerja modern berbasis agile dan coaching.
Penutupan kegiatan ini menegaskan komitmen institusi untuk menjadikan hasil workshop sebagai karakter baru ASN UINSSC. Integrasi kompetensi teknis digital, kemampuan manajerial yang lincah, serta kesadaran sosial-kultural diyakini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam berbasis siber yang unggul dan berkelas dunia.





