Berita Kegiatan Nasional SDGs
Home » Pos » Berita » 44 PTKI Bersaing di PTRG Award III, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Perkuat Komitmen Wujudkan Kampus Aman, Inklusif, dan Responsif Gender

44 PTKI Bersaing di PTRG Award III, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Perkuat Komitmen Wujudkan Kampus Aman, Inklusif, dan Responsif Gender

44 PTKI Bersaing di PTRG Award III, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Perkuat Komitmen Wujudkan Kampus Aman, Inklusif, dan Responsif Gender

15 Perguruan Tinggi Terbaik Tampilkan Inovasi Pencegahan Kekerasan Seksual dan Pengarusutamaan Gender pada Konsolidasi Nasional PSGA PTKI

UIN Siber Cirebon (Kemenag) – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menjadi pusat perhatian nasional dengan menjadi tuan rumah Presentasi Nominee Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award III dalam rangkaian Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia, Rabu (1/7/2026).

Mengusung tema “Strengthening Gender Justice, Inclusion, and Violence-Free Campuses within the Islamic Higher Education Ecosystem”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen PTKI dalam membangun kampus yang aman, inklusif, responsif gender, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, khususnya melalui penguatan sistem Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Sebanyak 44 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti proses seleksi PTRG Award III. Setelah melalui tahapan verifikasi administrasi dan penilaian dokumen, 15 PTKI terbaik berhasil lolos sebagai nominee dan mempresentasikan berbagai inovasi, kebijakan, serta praktik baik dalam penguatan kelembagaan PSGA.

Presentasi berlangsung secara hybrid di Gedung Siber SBSN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dengan sesi pagi di Lantai 5 dan dilanjutkan di Auditorium Lantai 8 hingga sore hari. Setiap peserta memperoleh waktu 25 menit untuk memaparkan capaian kelembagaan, inovasi program, implementasi PPKS, layanan pendampingan korban, penguatan literasi kesetaraan gender, pengembangan jejaring kemitraan, hingga bukti nyata dampak program di lingkungan kampus.

Adapun 15 nominee PTRG Award III terdiri atas PSGA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Salatiga, IAI Tarbiyatut Tholabah Lamongan, UIN Lhokseumawe, UIN Walisongo Semarang, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Proses penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri yang terdiri dari Prof. Mufidah, Amalia Risti Atikah, Nurkhayati Aida, dan Khasan Ubaidillah, dengan indikator penilaian meliputi tata kelola kelembagaan PSGA, kebijakan kampus, inovasi program, implementasi PPKS, keberlanjutan program, jejaring kemitraan, serta dampak terhadap sivitas akademika.

Sekjen Kemenag: PSGA Harus Keluar dari Kampus dan Hadir Menjawab Persoalan Bangsa

Dalam sesi refleksi, Amalia Risti Atikah menilai setiap perguruan tinggi memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda.

“Ada kampus yang unggul dalam inovasi program, ada yang kuat dalam tata kelola kelembagaan, layanan PPKS, jejaring kemitraan, maupun strategi pendanaan. Keragaman ini menjadi kekuatan bersama untuk saling belajar dan memperkuat pengarusutamaan gender di PTKI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri, Prof. Mufidah, menegaskan bahwa seluruh peserta sejatinya adalah pemenang karena telah menunjukkan dedikasi dalam membangun kampus yang lebih inklusif.

“Tantangan ke depan adalah memastikan seluruh pimpinan perguruan tinggi memiliki perspektif gender yang kuat sehingga program-program PSGA memperoleh dukungan penuh untuk mewujudkan kampus yang adil, aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tegasnya.

Sebagai tuan rumah, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat jejaring nasional PSGA sekaligus mendorong transformasi tata kelola perguruan tinggi yang berkeadilan gender.

Sekjen Kemenag, Dirjen Pendis, dan Direktur Diktis Tinjau Galeri Inovasi PSGA di UIN Siber Cirebon, Perkuat Komitmen Kampus Inklusif dan Bebas Kekerasan

Forum ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi nasional untuk berbagi praktik baik, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta menghasilkan rekomendasi strategis dalam mendukung implementasi pengarusutamaan gender, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), perlindungan perempuan dan anak, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia di lingkungan pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, PTKI di seluruh Indonesia diharapkan semakin mampu menghadirkan budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai kesetaraan, inklusivitas, dan kemanusiaan, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

July 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives

Pos Terbaru