UIN Siber Cirebon – Upaya melestarikan seni pertunjukan dan membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap dunia sastra terus dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMABI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui kegiatan Ajang Kreativitas Seni dan Sastra (AKSARA) 2026, mahasiswa tidak hanya menampilkan kemampuan artistik mereka, tetapi juga menghadirkan ruang edukatif yang menghubungkan nilai budaya, sejarah, dan kemanusiaan melalui seni drama.
Kegiatan yang mengusung tema “Menghidupkan Kata dan Merajut Makna dalam Panggung Drama” ini berlangsung pada Minggu (7/6/2026) di Gedung Kesenian Nyimas Rarasantang. AKSARA menjadi wadah bagi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia semester 2 dalam memenuhi tugas akhir mata kuliah Apresiasi Drama sekaligus sarana pengembangan minat dan bakat di bidang seni dan sastra.
Panggung Drama sebagai Media Pelestarian Budaya
Kegiatan AKSARA diselenggarakan sebagai respons terhadap menurunnya minat generasi muda terhadap seni pertunjukan. Melalui pementasan drama, HIMABI berupaya menghadirkan kembali ruang apresiasi budaya yang mampu menarik perhatian mahasiswa maupun masyarakat umum.
Ketua Pelaksana, Rizqi Ardiansah, bersama jajaran HIMABI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Musyafa Saf Alfaraby, menghadirkan berbagai pertunjukan yang sarat pesan sosial, sejarah, dan budaya.
Tiga drama utama yang dipentaskan mengangkat tema-tema penting yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Drama Kartini mengisahkan perjuangan perempuan dalam memperoleh hak pendidikan dan kesetaraan. Drama Baridin menghadirkan kearifan lokal Cirebon yang kaya akan nilai budaya daerah. Sementara drama Marsinah mengangkat perjuangan keadilan dan kesetaraan bagi kaum pekerja.
Melalui ketiga pementasan tersebut, mahasiswa menunjukkan bahwa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia tidak hanya mempelajari aspek kebahasaan, tetapi juga mengembangkan kemampuan seni dan sastra sebagai bagian penting dari pembentukan karakter dan budaya akademik.
Wadah Kreativitas dan Apresiasi Mahasiswa
Selain pementasan drama, AKSARA juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni lainnya seperti pembacaan puisi, tari, serta pertunjukan dari Keluarga Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza, serta sambutan dari berbagai pihak, termasuk unsur fakultas, jurusan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon.

Ketua Jurusan Tadris Bahasa Indonesia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Tato Nuryanto, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan seperti AKSARA memiliki peran penting dalam membangun ekosistem seni dan sastra di lingkungan kampus.
Menurutnya, mahasiswa perlu diberikan ruang untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi melalui karya seni yang bermakna.
Bangun Kembali Minat Seni dan Sastra di Kalangan Generasi Muda
Kepala Bidang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Ramli Efendy, S.Kep., Ners., M.Kep., yang hadir sekaligus membuka acara, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya dan kesenian daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

“Semangat terus untuk terus berkarya sebagai anak-anak muda karena kalian yang akan menentukan masa yang akan datang,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan seperti AKSARA menjadi langkah positif dalam menumbuhkan kembali kecintaan terhadap seni dan sastra, khususnya di kalangan mahasiswa.
Menjadikan Seni dan Sastra Sebagai Identitas Akademik
AKSARA tidak hanya menjadi ajang pementasan karya mahasiswa, tetapi juga sarana memperkenalkan keunggulan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia kepada masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola pertunjukan seni, bekerja dalam tim, serta menyampaikan gagasan melalui medium kreatif.

Lebih dari itu, AKSARA menjadi pengingat bahwa pelestarian seni dan sastra merupakan tanggung jawab bersama. Semangat yang diusung dalam kegiatan ini sejalan dengan pertanyaan reflektif yang terus digaungkan oleh panitia: “Kalau bukan kita, siapa lagi? Dan kalau bukan sekarang, kapan lagi?”
Melalui AKSARA 2026, HIMABI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap seni dan sastra dapat kembali menjadi bagian penting dalam kehidupan generasi muda, sekaligus menjadi sarana membangun karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.


