UIN Siber Cirebon – Pembiasaan positif menjadi salah satu bagian penting dalam membangun karakter peserta didik di lingkungan sekolah. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan pembiasaan pagi di SMAN 1 Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Selasa (22/9/2026), yang diisi dengan pembacaan Asmaul Husna dan kegiatan literasi bersama siswa, guru, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai sebagai bagian dari rutinitas sekolah. Seluruh warga sekolah mengikuti rangkaian kegiatan secara bersama-sama dengan mengawali aktivitas melalui kegiatan yang memadukan nilai religius dan edukatif.
Mengawali Pembelajaran dengan Nilai Religius
Pembacaan Asmaul Husna menjadi salah satu rangkaian utama dalam pembiasaan pagi. Kegiatan ini diarahkan untuk menumbuhkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun karakter peserta didik yang religius.
Pembiasaan tersebut juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengawali aktivitas sekolah dalam suasana yang lebih tenang dan positif. Konsistensi pelaksanaannya diharapkan dapat membantu menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Plt. Kepala Sekolah SMAN 1 Dukupuntang, H. Markana, M.Pd., menyampaikan bahwa pembiasaan pagi menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun karakter dan budaya positif.
“Pembiasaan pagi melalui pembacaan Asmaul Husna dan kegiatan literasi merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, disiplin, dan memiliki budaya membaca. Kehadiran mahasiswa PLP FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga memberikan kontribusi positif dalam mendukung kegiatan dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih bermakna.”
Literasi sebagai Budaya Positif Sekolah

Selain pembacaan Asmaul Husna, kegiatan pagi di SMAN 1 Dukupuntang juga diisi dengan literasi. Aktivitas tersebut diarahkan untuk menumbuhkan minat baca sekaligus memperluas wawasan peserta didik.
Literasi menjadi bagian dari pembiasaan yang mendorong peserta didik untuk tidak hanya membaca, tetapi juga memahami informasi yang diperoleh. Dengan pelaksanaan secara rutin, kegiatan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi budaya sekolah yang mendukung proses belajar peserta didik.
Perpaduan antara kegiatan religius dan literasi juga menunjukkan bahwa pembentukan karakter dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kemampuan akademik dan wawasan peserta didik.
Mahasiswa PLP Turut Berpartisipasi
Kehadiran mahasiswa PLP FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut memberikan pengalaman langsung dalam memahami budaya dan rutinitas pendidikan di sekolah. Mahasiswa berpartisipasi bersama warga sekolah dalam rangkaian pembiasaan pagi sebagai bagian dari proses PLP.
Ketua Kelompok PLP di SMAN 1 Dukupuntang, Ilyasa Ramadhan, menilai keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk ikut mendukung terciptanya kebiasaan positif di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan pembiasaan pagi ini, kami mahasiswa PLP FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat turut berpartisipasi dalam membangun kebiasaan positif di lingkungan sekolah. Kami berharap kegiatan pembacaan Asmaul Husna dan literasi dapat terus menjadi bagian dari rutinitas siswa sehingga nilai religius dan budaya literasi dapat tumbuh secara berkelanjutan.”
Memperkuat Budaya Sekolah yang Religius dan Literat

Pelaksanaan pembiasaan pagi secara rutin menjadi bagian dari upaya SMAN 1 Dukupuntang membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di kelas, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan dan karakter peserta didik.
Keterlibatan mahasiswa PLP dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi calon pendidik. Melalui interaksi langsung dengan warga sekolah, mahasiswa dapat melihat bagaimana nilai kedisiplinan, religiusitas, literasi, dan kebersamaan diterapkan dalam keseharian.
Dengan demikian, pembiasaan pagi menjadi aktivitas sederhana yang memiliki peran dalam membangun budaya sekolah yang religius, literat, disiplin, dan positif.
Selaras dengan SDGs
Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Bermutu, khususnya dalam mendukung lingkungan pendidikan yang mendorong pengembangan karakter sekaligus kemampuan literasi peserta didik.
Keterlibatan mahasiswa PLP FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama SMAN 1 Dukupuntang juga sejalan dengan SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam mendukung pengalaman belajar serta pengembangan peserta didik.
Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, kegiatan Asmaul Husna dan literasi diharapkan dapat terus menjadi bagian dari rutinitas positif yang memperkuat karakter dan budaya belajar di SMAN 1 Dukupuntang.


