UIN Siber Cirebon — Di tengah masifnya arus informasi dan disrupsi teknologi digital, UPT Pusat Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon atau UIN SSC menggelar acara “Pekan Literasi” dengan mengusung tema krusial: “Literasi Digital pada Kampus Siber: Wujudkan Mahasiswa Cerdas, Aman, dan Berdaya di Dunia Maya”. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mahasiswa Universitas Gunung Jati Cirebon dan tamu undangan.
Kegiatan yang dirancang untuk membentengi generasi muda dari pelbagai ancaman siber ini berlangsung meriah di Gedung Perpustakaan UIN SSC. Acara ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yakni Dr. Deni Yusup Permana, S.H., M.H., (Dosen dan Kepala Biro Perpus UGJ) dan Dr. H. Gentur Priguna Suwarto, St., M.M. (Dosen dan Praktisi Bisnis)
Dalam sambutannya, Kepala UPT Pusat Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Syibli Maufur, M.Pd., menyampaikan harapan besar agar perhelatan akademik ini mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi civitas akademika, khususnya para mahasiswa.
“Semoga kegiatan berjalan dengan lancar, mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh narasumber bisa menjadi inspiratif bagi peserta,” ujar Syibli di hadapan ratusan mahasiswa yang memadati ruangan, Selasa (22/9/2026).
Sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi yang mengusung identitas sebagai kampus siber, UIN SSC memandang pentingnya literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis mengoperasikan gawai atau berselancar di internet. Lebih dari itu, literasi digital mencakup kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi hoaks, serta menjaga keamanan data pribadi dan etika berinteraksi di ruang virtual.
Kehadiran kedua pemateri memberikan warna tersendiri dalam diskusi tersebut. Keduanya membedah bagaimana mahasiswa sebagai agent of change dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, produktif, dan aman dari berbagai jerat hukum maupun kejahatan siber yang kian marak.
Melalui penyelenggaraan Pekan Literasi ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan dan insan akademis yang tidak hanya unggul secara intelektual dan religius, tetapi juga cakap digital serta berdaya saing global di era modern.


