UIN Siber Cirebon (Ciamis) – Memahami kesehatan mental tidak cukup hanya melalui teori di ruang perkuliahan. Mahasiswa juga perlu melihat secara langsung bagaimana pendekatan konseling dan psikoterapi diterapkan untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan kehidupan. Semangat inilah yang membawa puluhan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, mengikuti Praktik Observasi Psikoterapi Islam di Pondok Pesantren Nurul Firdaus, Ciamis, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat praktik psikoterapi Islam yang memadukan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah dengan pendekatan psikologi modern. Berbagai materi diberikan, mulai dari Psikoterapi Islam, Hipnoterapi Islami, Ruqyah Syar’iyyah, hingga Rational Emotive Behavior Therapy (REBT).
Pada sesi pertama, mahasiswa mengamati pendekatan Psikoterapi Islam melalui dialog terapeutik, dzikir, doa, dan penguatan nilai tauhid untuk membantu individu menghadapi kegelisahan serta persoalan emosional.
Selanjutnya, mahasiswa dikenalkan dengan Hipnoterapi Islami, yakni pendekatan yang memanfaatkan sugesti positif dan relaksasi dengan landasan nilai-nilai Islam. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai Ruqyah Syar’iyyah, yaitu ikhtiar spiritual melalui pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa sesuai tuntunan syariat.
Dr. Gumilar, S.Pd., M.M., dan Lala Manggala, S.H.I., M.SET., selaku pengasuh dan trainer hipnoterapi di Pondok Pesantren Nurul Firdaus, memberikan penjelasan sekaligus pengalaman praktis kepada mahasiswa mengenai pendekatan tersebut.
Materi berikutnya adalah REBT, pendekatan konseling yang membantu individu mengenali dan mengubah pola pikir irasional menjadi lebih rasional dan konstruktif. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh gambaran tentang pentingnya mengintegrasikan pendekatan psikologi dengan nilai spiritual dalam layanan konseling.
Dosen pengampu mata kuliah Psikoterapi Islam, Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., menjelaskan bahwa observasi lapangan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata agar mampu menghubungkan teori perkuliahan dengan kebutuhan masyarakat.
“Mahasiswa BKI tidak boleh hanya memahami teori di atas kertas. Mereka perlu memiliki keterampilan, empati, dan kepekaan dalam mendampingi masyarakat yang menghadapi persoalan psikologis maupun spiritual. Ilmu psikologi modern dan nilai-nilai keimanan dapat menjadi bekal penting dalam memberikan layanan konseling yang humanis dan profesional,” ungkapnya.
Pihak Pondok Pesantren Nurul Firdaus juga menyambut baik kegiatan tersebut. Kolaborasi kampus dan pesantren diharapkan dapat memperluas wawasan calon konselor Islam dalam memahami pendekatan pendampingan psikologis dan spiritual.
Salah seorang mahasiswa mengaku mendapatkan pengalaman berharga karena dapat menyaksikan langsung praktik yang selama ini dipelajari di kelas. Baginya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman bahwa menjadi konselor membutuhkan pengetahuan, kesabaran, empati, dan ketulusan.
Didampingi dosen BKI, Eha Julaeha, M.A., Dr. Jaja Suteja berharap pengalaman ini menjadi bekal mahasiswa untuk tumbuh sebagai konselor Islam yang unggul, humanis, dan adaptif dalam menghadapi tantangan kesehatan mental di era digital.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, foto bersama, serta penyerahan cendera mata sebagai simbol apresiasi dan penguatan silaturahmi antara UIN Siber Cirebon dan Pondok Pesantren Nurul Firdaus.
Melalui praktik observasi ini, mahasiswa BKI diharapkan semakin siap hadir di tengah masyarakat, membantu sesama dengan ilmu, empati, dan nilai-nilai keislaman.






