UIN Siber Cirebon (Banjarwangunan) — Barang bekas tidak selalu berakhir menjadi sampah. Di tangan mahasiswa KKN Kelompok 126 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, galon air mineral bekas justru disulap menjadi tong sampah yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.
Program pembuatan dan pendistribusian tong sampah berbahan daur ulang tersebut dilaksanakan pada Senin (10/8/2026). Sebanyak 15 tong sampah berhasil dibuat dari galon bekas air mineral yang dimanfaatkan kembali dengan cara disambungkan menggunakan kawat.
Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN 126 untuk mendorong kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengenalkan pentingnya pemanfaatan kembali barang bekas.
Galon Bekas Disulap Jadi Sarana Kebersihan
Bagi mahasiswa KKN 126, pengelolaan sampah tidak harus selalu dimulai dengan fasilitas yang mahal. Barang yang sudah tidak digunakan pun dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Galon bekas yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan tong sampah. Selain mengurangi barang bekas, cara tersebut juga menjadi contoh sederhana penerapan prinsip reuse atau penggunaan kembali.
Pesan yang ingin disampaikan mahasiswa cukup sederhana: sampah bisa menjadi masalah, tetapi dengan kreativitas, sebagian barang bekas juga dapat menjadi solusi.
Kegiatan tersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda. Tidak semua barang bekas harus langsung dibuang. Sebagian masih dapat dimanfaatkan kembali sesuai kebutuhan.
Didistribusikan ke Titik yang Membutuhkan
Pendistribusian tong sampah diawali dengan mahasiswa KKN 126 menemui Kuwu Desa Banjarwangunan untuk berkoordinasi mengenai penempatan sarana kebersihan tersebut.
Setelah koordinasi dilakukan, sebanyak 15 tong sampah didistribusikan ke sejumlah lokasi yang membutuhkan. Penempatannya mencakup kantor desa, masjid, SD, MI, PAUD, serta lingkungan sekitar rumah warga.
Pemilihan lokasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
Keberadaan tong sampah di fasilitas umum juga diharapkan mendorong kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Program ini mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 126 sebagai bagian dari pendampingan terhadap kegiatan mahasiswa di bidang lingkungan.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut bukan hanya tentang membuat dan membagikan tong sampah. Lebih jauh, program ini menjadi bentuk edukasi bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui tindakan sederhana.
Masyarakat juga diajak memahami bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Ketika fasilitas tersedia dan digunakan dengan baik, kebiasaan menjaga lingkungan akan lebih mudah tumbuh.
KKN 126 berharap 15 tong sampah tersebut dapat terus dimanfaatkan dan dirawat masyarakat Desa Banjarwangunan.
Dari sebuah galon bekas, mahasiswa menghadirkan pesan tentang kepedulian.
Karena menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan langkah besar. Terkadang, perubahan dimulai dari keberanian untuk melihat barang bekas dengan cara yang berbeda, mengolahnya kembali, lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.




