UIN Siber Cirebon — Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar seminar internasional “Dari Logos ke Algoritma: Refigurasi Epistemologi Pengetahuan dalam Era Artificial Intelligence” pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Siber Lantai 8 dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta peneliti lintas disiplin.
Respons Akademik terhadap Era Kecerdasan Buatan
Seminar internasional ini menjadi ruang refleksi akademik untuk merespons perubahan cara manusia memahami pengetahuan di era kecerdasan buatan. Peralihan dari logos ke algoritma menandai transformasi besar dalam epistemologi yang perlu dikaji secara kritis dan mendalam.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber internasional, yakni Prof. Dr. Phil. Al-Makin dan Prof. Mark R. Woodward, serta dimoderatori oleh Mutakhirani Mustafa.
Dialog Tradisi dan Teknologi
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Phil. Al-Makin, S.Ag., M.A. (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan di era digital perlu tetap berpijak pada tradisi intelektual yang kritis dan reflektif.
Sementara itu, Prof. Mark R. Woodward, Ph.D. (Research Professor, Arizona State University) menekankan bahwa kecerdasan buatan (AI) pada dasarnya hanya mengolah data, bukan menciptakan pengetahuan. Oleh karena itu, manusia tetap menjadi pusat dalam proses produksi makna.
Diskusi juga menunjukkan bahwa tradisi intelektual Nusantara bersifat dialogis dan mampu berkontribusi dalam percakapan global, bukan sekadar menjadi penerima gagasan.

Komitmen Integrasi Keilmuan
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, menyampaikan bahwa seminar internasional ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mengintegrasikan tradisi keilmuan dengan perkembangan teknologi modern.
Selain itu, Prof. Dr. Hajam turut mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat budaya akademik yang adaptif terhadap tantangan global.
Dorong Sikap Kritis dan Etis
Melalui seminar internasional AFI UIN Siber Cirebon ini, peserta didorong untuk bersikap kritis dan etis dalam memanfaatkan teknologi, khususnya AI, sebagai alat bantu dalam proses intelektual. Selain itu, forum ini juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus tetap berlandaskan nilai kemanusiaan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat kajian akademik yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat global.


