UIN Siber Cirebon (Semarang) – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat peran organisasi kemahasiswaan melalui kegiatan Studi Banding bertema “Meneguhkan Poros Pendidikan, Menjaga Marwah Fakultas Tarbiyah” yang diselenggarakan di Teater ISDB FTIK Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, pada 6 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk membangun kolaborasi, memperluas jejaring, serta melakukan benchmarking tata kelola organisasi bersama sejumlah Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Pulau Jawa.
Hadir dalam kegiatan tersebut DEMA FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, DEMA FTIK UIN Walisongo Semarang, DEMA FTIK UIN Salatiga, DEMA FTIK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, DEMA FITK UIN Raden Mas Said Surakarta, DEMA FTIK UIN Sunan Kudus, serta DEMA FTIK UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Bangun Kolaborasi untuk Kemajuan Organisasi Mahasiswa
Melalui forum diskusi yang berlangsung interaktif, para peserta saling berbagi pengalaman mengenai tata kelola organisasi, pengembangan program kerja unggulan, strategi pemberdayaan mahasiswa, hingga tantangan yang dihadapi organisasi kemahasiswaan di era transformasi digital.
Ketua DEMA FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Fahmi Fahrezi, menjelaskan bahwa studi banding ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus memperluas perspektif kepemimpinan mahasiswa.
Menurutnya, setiap organisasi memiliki pengalaman dan praktik baik yang dapat menjadi referensi dalam mengembangkan program kerja yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar tentang tata kelola organisasi yang efektif, tetapi juga membangun jejaring dan kolaborasi yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi organisasi maupun mahasiswa,” ujarnya.
Benchmarking Praktik Baik Antar-PTKIN
Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah benchmarking atau pertukaran praktik baik antarorganisasi mahasiswa. Para peserta mendiskusikan berbagai program unggulan yang telah dijalankan di masing-masing kampus, termasuk strategi kaderisasi, penguatan advokasi mahasiswa, pengembangan minat dan bakat, serta optimalisasi peran organisasi dalam mendukung kualitas pendidikan tinggi Islam.
Ketua DEMA FTIK UIN Walisongo Semarang, Gilang Dzaky M., menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai sarana mempererat hubungan kelembagaan antar-DEMA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di lingkungan PTKIN.
Menurutnya, sinergi antarlembaga mahasiswa menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang.
“Kegiatan seperti ini menjadi wadah untuk saling belajar dan memperkuat kolaborasi. Dengan bertukar pengalaman, kita dapat menemukan berbagai solusi dan inovasi yang dapat diterapkan di kampus masing-masing,” ungkapnya.
Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi
Selain memperkuat jejaring, studi banding ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa serta kemampuan manajerial dalam mengelola organisasi secara profesional dan berkelanjutan.
Berbagai gagasan yang muncul dalam forum diskusi diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam menyusun program kerja yang lebih adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa dan perkembangan dunia pendidikan.
Para peserta juga menyoroti pentingnya peran organisasi mahasiswa sebagai mitra strategis fakultas dalam mendukung terciptanya lingkungan akademik yang produktif, inklusif, dan inovatif.
Menjaga Marwah Fakultas Tarbiyah sebagai Poros Pendidikan
Tema “Meneguhkan Poros Pendidikan, Menjaga Marwah Fakultas Tarbiyah” menjadi refleksi bersama bahwa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan memiliki posisi strategis dalam mencetak calon pendidik yang berkualitas dan berintegritas.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta berkomitmen untuk terus memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, pengembangan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagaimana disampaikan dalam forum kegiatan, “Menjaga marwah Fakultas Tarbiyah bukan hanya tentang mempertahankan nama baik lembaga, tetapi juga tentang terus bergerak, belajar, dan berinovasi. Karena organisasi yang besar adalah organisasi yang tidak pernah berhenti bertumbuh.”
Melalui studi banding ini, DEMA FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antarorganisasi mahasiswa PTKIN sehingga mampu melahirkan berbagai program kolaboratif yang inovatif, adaptif, dan berdampak bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.


