Berita Internasional Kegiatan
Home » Pos » Berita » Dosen dan Mahasiswa UIN Siber Cirebon Perkuat Perspektif Konseling Islam di Forum Internasional ICONIS 2026

Dosen dan Mahasiswa UIN Siber Cirebon Perkuat Perspektif Konseling Islam di Forum Internasional ICONIS 2026

Dosen dan mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam UIN Siber Cirebon mengikuti ICONIS 2026 di UIN Sunan Ampel Surabaya.

UIN Siber Cirebon (Surabaya) – Dosen dan mahasiswa Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN Siber Cirebon) berpartisipasi dalam International Conference on Islamic Counseling Studies (ICONIS) 2026 yang diselenggarakan di UIN Sunan Ampel Surabaya pada Selasa, 20 Oktober 2026. Konferensi internasional ini mengangkat isu strategis penguatan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) dalam menghadapi tantangan generasi muda di era digital, mulai dari pembentukan karakter Islami, kesehatan mental, ketahanan pemuda Muslim, hingga integrasi spiritualitas dalam praktik konseling kontemporer.

Partisipasi UIN Siber Cirebon diwakili oleh Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., selaku Wakil Dekan II Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI); Bambang Setiawan, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI); serta Rina Kurnia, M.Pd., selaku Sekretaris Jurusan BKI. Selain itu, empat mahasiswa BKI turut berpartisipasi sebagai presenter, yaitu Khalimathus Sa’diyah dan Abdul Aziz Rantissie dari semester 3, Nayla Nathania Zahra Hisyam dari semester 5, serta Regina Azizah Rahmadina dari semester 7.

Dokumentasi Kegiatan

Kehadiran dosen dan mahasiswa dalam forum akademik internasional ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan keilmuan, berbagi perspektif, serta mengikuti perkembangan pendekatan konseling Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Perkuat Karakter dan Kesehatan Mental Generasi Muda

ICONIS 2026 menghadirkan empat narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi dalam pengembangan Bimbingan dan Konseling Islam. Prof. Dr. Hj. Ida Umami, M.Pd., Kons., Rektor UIN Jurai Siwo Lampung sekaligus asesor LAMGAMA, membawakan materi “Empowering Muslim Adolescents in the Digital Era: Islamic Guidance and Counseling for Character Building and Mental Health”.

UIN Siber Cirebon dan Telkom Jajaki Sinergi Penguatan Pendidikan Digital

Pemaparan tersebut menyoroti pentingnya layanan konseling yang membantu remaja Muslim membangun karakter Islami sekaligus menjaga kesehatan mental. Nilai-nilai seperti kejujuran (ṣidq), tanggung jawab (amanah), kesabaran (ṣabr), empati, dan akhlak mulia perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berinteraksi di ruang digital.

Remaja juga perlu dibekali kemampuan mengenali emosi, mengelola stres, menghadapi tekanan teman sebaya, serta membangun penerimaan diri. Literasi digital yang beretika, seperti membiasakan tabayyun, menjaga privasi, dan menghindari ujaran kebencian, menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang bijak menggunakan teknologi.

Pesantren dan Ulama sebagai Penguat Ketahanan Pemuda

Narasumber kedua, Ustadz Muhammad Fizar Bin Zainal, Presiden Ain Society, Singapura, menyampaikan materi “Pesantren, Ribāṭ, and Ulama as Safe Havens: Strengthening Muslim Youth Resilience in the Digital Age”.

Materi ini menempatkan pesantren, ribāṭ, dan ulama sebagai unsur penting dalam membangun lingkungan yang aman dan mendukung ketahanan pemuda Muslim. Pesantren berperan dalam menumbuhkan kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap ilmu. Sementara itu, ribāṭ menjadi ruang penguatan spiritual, refleksi diri, dan pembentukan hubungan sosial yang sehat.

Ulama juga memiliki peran sebagai teladan dan pembimbing keagamaan yang membantu generasi muda memahami ajaran Islam secara tepat serta menyikapi informasi secara kritis. Lingkungan yang inklusif, bebas dari perundungan, dan tidak memberikan stigma terhadap persoalan psikologis turut menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan generasi muda.

Mahasiswa PLP FITK UIN Siber Cirebon Meriahkan Hari Santri Nasional di MTs Insan Saleh, Tanamkan Nilai Religius dan Karakter

Integrasikan Nilai Islam dengan Praktik Konseling Modern

Dr. Datin Siti Taniza Toha, Presiden PEKA Malaysia, membahas keunikan dan nilai tambah Konseling Islam melalui materi “The Distinctiveness and Added Value of Islamic Counseling: Integrating Islamic Values into Contemporary Counseling Theories and Practice”.

Pemaparan tersebut menekankan bahwa manusia perlu dipahami secara holistik, mencakup dimensi fisik, kognitif, emosional, sosial, perilaku, dan spiritual. Karena itu, praktik konseling perlu mempertimbangkan pengalaman, kebutuhan, lingkungan, serta keyakinan individu.

Nilai Islam seperti kasih sayang (rahmah), amanah, keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan tanggung jawab dapat menjadi landasan etis dalam proses konseling. Integrasinya dengan pendekatan psikologi kontemporer perlu tetap memperhatikan etika profesi, kerahasiaan, persetujuan klien, batas kompetensi konselor, serta penggunaan intervensi yang sesuai dengan bukti ilmiah.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa Konseling Islam dapat mengakomodasi dimensi spiritual tanpa mengabaikan profesionalitas dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Spiritualitas sebagai Dukungan dalam Konseling Era Digital

Narasumber keempat, Dr. Agus Santoso, S.Ag., M.Pd., Presidium PABKI, mengangkat tema “Spirituality as an Islamic Counseling Intervention: Integrating Dhikr, Ṣalawāt, Ṭarīqah Practices, and Sufism in the Digital Era”.

Hari Santri 2026: Dari Pesantren, Menyiapkan Generasi Unggul untuk Indonesia Emas

Materi ini membahas pemanfaatan spiritualitas sebagai salah satu sumber dukungan dalam konseling. Zikir dapat menjadi sarana refleksi diri dan penguatan kesadaran spiritual, sedangkan selawat dapat mendorong penghayatan terhadap keteladanan Rasulullah dalam mengembangkan kasih sayang, kesabaran, dan akhlak. Praktik tarekat dan tasawuf, apabila dijalankan dengan bimbingan yang kompeten, juga dapat mendukung kedisiplinan spiritual serta proses penyucian jiwa.

Dalam konteks digital, dukungan spiritual dapat disesuaikan melalui jurnal refleksi, pengingat zikir, materi audio keagamaan, maupun sesi konseling daring sesuai kebutuhan dan persetujuan klien. Penerapannya tetap perlu dilakukan secara proporsional dan tidak menggantikan penanganan psikologis profesional ketika dibutuhkan.

Perluas Wawasan Akademik dan Kolaborasi Internasional

Dokumentasi Kegiatan

Secara keseluruhan, ICONIS 2026 menegaskan pentingnya pengembangan Bimbingan dan Konseling Islam yang mampu memadukan perspektif psikologis, spiritual, sosial, dan teknologi. Generasi muda membutuhkan bukan hanya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan digital, tetapi juga karakter yang kuat, keterampilan mengelola emosi, lingkungan sosial yang mendukung, serta akses terhadap layanan konseling yang profesional.

Bagi dosen dan mahasiswa UIN Siber Cirebon, partisipasi dalam konferensi ini menjadi ruang untuk memperkaya perspektif akademik dan mengikuti perkembangan kajian Konseling Islam di tingkat internasional. Keterlibatan mahasiswa sebagai presenter juga menjadi bagian dari pengalaman akademik untuk mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan dan berdiskusi dalam forum ilmiah.

Melalui forum seperti ICONIS 2026, pengembangan keilmuan BKI diharapkan semakin relevan dengan tantangan masyarakat, khususnya dalam mendampingi generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang berakhlak, tangguh secara mental, serta bijak menghadapi dinamika kehidupan digital.

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives

Pos Terbaru