UIN Siber Cirebon (Surabaya) — Penguatan perspektif hak asasi manusia (HAM) dalam penyelenggaraan pemerintahan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Lokakarya Implementasi Prinsip Bisnis dan Hak Asasi Manusia untuk ASN Muda yang diselenggarakan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) serta didukung oleh Uni Eropa di Aloft Hotel by Marriott, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Arief Pradhana, S.Par., M.Sc., dosen Jurusan Pariwisata Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, berhasil terpilih sebagai salah satu dari 22 Aparatur Sipil Negara (ASN) muda dari berbagai kementerian, lembaga, dan instansi di Indonesia. Capaian tersebut diraih setelah melalui proses seleksi yang kompetitif dengan melibatkan lebih dari 400 pendaftar dari seluruh Indonesia.
Mempersiapkan ASN Muda sebagai Calon Pemimpin Masa Depan
Lokakarya ini dirancang untuk memperkuat kapasitas ASN muda dalam memahami prinsip-prinsip bisnis dan hak asasi manusia sebagai bekal dalam merumuskan kebijakan publik yang berorientasi pada perlindungan hak-hak masyarakat. Para peserta dibekali berbagai perspektif mengenai pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai HAM dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan, hingga praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga nasional maupun internasional, di antaranya Siprianus Bate Soro, Kepala Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Responsif UNDP Indonesia; Sofia Alatas, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM Kementerian Hak Asasi Manusia; Sagita Adesywi, Project Manager Business and Human Rights Specialist UNDP Indonesia; Bryant Ritchie Tresnodjojo, Konsultan Bisnis dan Hak Asasi Manusia Universitas Airlangga; serta Lany Harijanti, Wakil Ketua Komite Tetap Pelaksanaan Hak Asasi Manusia dalam Bisnis–ESG & SDGs KADIN Indonesia.
Dalam salah satu sesi, Lany Harijanti mengingatkan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia.
“Kita bisa menjadi pelaku kekerasan HAM, ataupun menjadi korban.”
Pernyataan tersebut menjadi refleksi bahwa penghormatan terhadap HAM harus dimulai dari kesadaran setiap individu, termasuk para aparatur negara dalam menjalankan tugasnya.

ASN Muda sebagai Agen Perubahan
Para narasumber juga menekankan bahwa generasi muda di lingkungan birokrasi memiliki peran strategis dalam menghadirkan perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih berkeadilan.
“Masa depan ada di ASN muda,” ungkap Sagita Adesywi saat memberikan motivasi kepada para peserta agar mampu menjadi penggerak transformasi birokrasi yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Siprianus Bate Soro berharap para peserta dapat membawa semangat tersebut ke lingkungan kerja masing-masing.
“Semoga teman-teman dapat menjadi motor penggerak tentang HAM, dimulai dari ruang kerja kalian.”
Pesan tersebut menegaskan bahwa implementasi HAM tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi tertentu, tetapi juga seluruh aparatur negara dalam setiap proses pengambilan keputusan dan pelayanan kepada masyarakat.
Melahirkan Rencana Tindak Lanjut yang Berdampak
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti diskusi, studi kasus, simulasi penyusunan kebijakan, hingga perumusan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diimplementasikan di instansi masing-masing. Penyusunan RTL menjadi indikator keberhasilan lokakarya karena menghasilkan berbagai gagasan strategis yang dapat diterapkan untuk memperkuat implementasi prinsip bisnis dan hak asasi manusia di lingkungan kerja para peserta.

Keikutsertaan Arief Pradhana dalam forum nasional ini sekaligus menjadi representasi kontribusi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung pengembangan kapasitas aparatur sipil negara yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Bekal pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat memperkuat budaya akademik sekaligus mendorong lahirnya kebijakan dan praktik kelembagaan yang semakin menghormati nilai-nilai hak asasi manusia.
Melalui partisipasi aktif dalam forum nasional tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepekaan sosial serta kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, sejalan dengan upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.


