UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan webinar internasional bertajuk “Green Education for Sustainable Future: Peran Pendidikan dalam Mewujudkan SDGs”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2026 secara hybrid melalui Zoom dan YouTube, serta berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Webinar ini dimoderatori oleh Fitriana, M.H., yang memandu jalannya diskusi secara interaktif dan dinamis.

Webinar ini menjadi forum akademik strategis yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan tinggi untuk membahas peran penting green education dalam menjawab tantangan global, khususnya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, peneliti, serta praktisi pendidikan dari berbagai institusi.
Prof. Sahiron: Perguruan Tinggi Islam Harus Bangun Kesadaran Ekologis
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kesadaran ekologis melalui pendekatan ekoteologi.
Menurutnya, nilai-nilai keislaman harus menjadi fondasi dalam membangun paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga keberlanjutan kehidupan dan kelestarian lingkungan.
“Perguruan tinggi Islam harus mampu menjadi motor penggerak kesadaran ekologis global. Ekoteologi menjadi pendekatan penting agar manusia tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap alam,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, menyampaikan bahwa transformasi perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya berfokus pada digitalisasi, tetapi juga harus diarahkan menuju konsep green campus yang berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa integrasi teknologi, pendidikan, dan kepedulian lingkungan menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional.

UI GreenMetric sebagai Instrumen Kampus Berkelanjutan
Kepala UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, S.E., M.I.A., menjelaskan bahwa UI GreenMetric berperan sebagai instrumen strategis untuk mengukur dan meningkatkan kinerja keberlanjutan perguruan tinggi. Ia menyebutkan bahwa indikator yang digunakan meliputi pengelolaan energi, limbah, transportasi, hingga pendidikan berbasis lingkungan yang terstruktur dan terukur.

Implementasi Green Education dalam Pembelajaran
Pemateri pertama Rektor dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, ST., MT. , ia menyoroti pentingnya implementasi green education dalam sistem pembelajaran. Ia menegaskan bahwa pendidikan berkelanjutan tidak boleh berhenti pada konsep teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata di kelas. Integrasi SDGs dalam kurikulum menjadi langkah penting untuk membentuk lulusan yang memiliki kesadaran ekologis, tanggung jawab sosial, serta kemampuan berpikir kritis terhadap isu lingkungan global.

Penguatan Literasi Lingkungan dan Mindset Keberlanjutan
Selanjutnya, Dr. Djohar Maknun, M.Si., Dosen Ahli Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, memaparkan bahwa pendidikan memiliki peran fundamental dalam membangun kesadaran keberlanjutan. Ia menjelaskan bahwa green education mencakup tiga aspek utama, yaitu ecological literacy, sustainability mindset, dan green skills. Ketiga aspek tersebut perlu terintegrasi dalam proses pembelajaran agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Strategi Mewujudkan Kampus Berbasis Sustainability
Pemateri berikutnya, Dr. Rian Adi Pamungkas, MNS., PH., Wakil Rektor Bidang Riset, Pengembangan & Inovasi Universitas Esa unggul Jakarta, menekankan pentingnya integrasi konsep keberlanjutan dalam seluruh sistem perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa kampus berkelanjutan harus didukung oleh kebijakan institusi, kurikulum berbasis sustainability, praktik kampus hijau, riset dan inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta sistem pelaporan yang terukur. Tanpa integrasi yang menyeluruh, konsep keberlanjutan akan sulit diimplementasikan secara optimal.

Peran LP2M dalam Integrasi Tri Dharma
Melalui kegiatan ini, LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berperan aktif dalam mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan isu keberlanjutan. Webinar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendorong penguatan penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis lingkungan.
Menuju Kampus Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya green education, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen menjadi kampus yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global melalui penguatan pendidikan berbasis teknologi dan keberlanjutan. (Mels’s)


