UIN Siber Cirebon – Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026 di Panitia Lokal (Panlok) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memasuki hari kelima sekaligus hari terakhir pelaksanaan ujian, Sabtu (13/6/2026). Sebanyak 61 peserta mengikuti ujian pada hari terakhir dengan penuh semangat untuk meraih kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Sejak hari pertama hingga hari terakhir pelaksanaan, Panlok UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik bagi seluruh peserta. Berbagai aspek teknis, pelayanan, dan pendampingan peserta dipersiapkan secara maksimal guna memastikan proses seleksi berjalan lancar, aman, nyaman, dan profesional.
SSE CBT UM-PTKIN Berjalan Lancar dan Optimal
UM-PTKIN 2026 dilaksanakan menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) berbasis Computer Based Test (CBT) yang memungkinkan proses seleksi berlangsung lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Selama pelaksanaan ujian, Panlok UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memastikan kesiapan seluruh sarana pendukung, mulai dari perangkat komputer, jaringan internet, sistem server, hingga tim teknis yang siaga selama ujian berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan sekaligus menjamin kelancaran proses seleksi bagi seluruh peserta.
Pelaksanaan SSE CBT juga menjadi bagian dari transformasi digital yang terus dikembangkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan layanan pendidikan yang modern, adaptif, dan berbasis teknologi.
Pelayanan Peserta Menjadi Prioritas Utama
Kepala UPT Admisi dan Promosi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Basiran, M.A., menegaskan bahwa pelayanan kepada peserta menjadi prioritas utama selama pelaksanaan UM-PTKIN 2026.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ujian tidak hanya diukur dari kesiapan teknologi, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada peserta selama mengikuti proses seleksi.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta UM-PTKIN. Selain memastikan kesiapan sarana dan teknologi, kami juga berupaya menghadirkan layanan yang ramah, responsif, dan membantu peserta agar dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan tenang. Harapannya, seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya selama proses seleksi berlangsung,” ujar Basiran.
Ia menambahkan bahwa seluruh panitia terus berupaya memberikan pendampingan yang optimal, mulai dari proses registrasi, pengarahan sebelum ujian, hingga bantuan teknis apabila peserta mengalami kendala selama pelaksanaan SSE CBT.
Wujud Komitmen Kampus yang Inklusif dan Berorientasi Layanan
Selain memastikan kesiapan teknologi, Panlok UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga mengedepankan pelayanan yang humanis serta memperhatikan kebutuhan seluruh peserta. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kepuasan pengguna layanan.
Semangat pelayanan tersebut sejalan dengan visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi berbasis digital yang terus mengembangkan tata kelola modern dan pelayanan publik yang berkualitas.
Optimis Sambut Calon Mahasiswa Baru
Dengan berakhirnya pelaksanaan UM-PTKIN 2026 pada hari kelima ini, Panlok UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap seluruh rangkaian seleksi dapat menghasilkan calon mahasiswa terbaik yang siap menempuh pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi masyarakat.
Melalui perpaduan antara transformasi digital, pelayanan prima, dan komitmen terhadap kualitas penyelenggaraan seleksi, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
(Mel’s)


