Mahad Al-Jamiah Tutup Program Mahasantri Mukim Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 dengan Penuh Khidmat dan Keberkahan
UIN Siber Cirebon – Suasana haru, syukur, dan kebahagiaan menyelimuti pelaksanaan Khotmil Al-Qur’an dan Penutupan Program Mahasantri Mukim Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 Mahad Al-Jamiah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026).
Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembinaan intensif yang telah dijalani para mahasantri selama satu semester sekaligus menjadi momentum refleksi atas perjalanan spiritual, akademik, dan pembentukan karakter yang telah ditempuh di lingkungan Mahad Al-Jamiah.
Lebih dari sekadar seremoni penutupan, kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan Mahad Al-Jamiah dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki fondasi keislaman yang kuat, akhlak mulia, serta komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dihadiri Pimpinan Universitas dan Sivitas Akademika
Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., didampingi Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, para Wakil Dekan, pimpinan unit kerja, sivitas akademika, serta jajaran pengurus Mahad Al-Jamiah.
Turut hadir Mudir Mahad Al-Jamiah, Dr. Muhsin Riyadi, M.A., bersama para muwajjih, musyrif-musyrifah, mudabbir-mudabbirah, serta seluruh peserta Program Mahasantri Mukim Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026.
Kehadiran para pimpinan universitas menunjukkan dukungan penuh terhadap peran strategis Mahad Al-Jamiah sebagai pusat pembinaan karakter dan penguatan spiritual mahasiswa di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Khotmil Al-Qur’an, Wujud Syukur dan Kecintaan terhadap Kalam Ilahi
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Khotmil Al-Qur’an yang dipimpin oleh para mahasantri. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di seluruh ruangan, menghadirkan suasana yang penuh kekhusyukan dan keberkahan.
Khotmil Al-Qur’an menjadi simbol rasa syukur para mahasantri atas kesempatan menuntut ilmu, memperdalam pemahaman keislaman, serta menjalani proses pembinaan yang telah berlangsung selama satu semester.
Momen tersebut juga menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dan dihafalkan, tetapi harus menjadi pedoman hidup yang mampu membentuk karakter, akhlak, dan cara berpikir generasi muda Islam di era modern.
Mahad Al-Jamiah, Ruang Pembentukan Karakter Mahasiswa
Dalam sambutannya, Mudir Mahad Al-Jamiah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Muhsin Riyadi, M.A., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasantri yang telah mengikuti berbagai program pembinaan dengan penuh dedikasi, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi.
Menurutnya, Mahad Al-Jamiah hadir bukan hanya sebagai tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter yang mengintegrasikan penguatan spiritual, intelektual, dan moral.
“Mahad Al-Jamiah merupakan ruang pembinaan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman keislaman, membangun akhlak mulia, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab yang akan menjadi bekal mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun sosial,” ungkap Muhsin Riyadi.
Ia berharap seluruh pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama berada di Mahad dapat terus dijaga dan dikembangkan dalam perjalanan pendidikan mahasiswa selanjutnya.
Rektor: Mahad Menjadi Pilar Penguatan Karakter Mahasiswa
Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan bahwa Mahad Al-Jamiah memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung visi universitas untuk mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan kuat secara spiritual.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan tantangan global yang semakin kompleks, mahasiswa tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki integritas moral dan nilai-nilai keagamaan yang kokoh.
“Mahad Al-Jamiah merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun karakter mahasiswa. Nilai-nilai Al-Qur’an yang telah dipelajari selama masa pembinaan harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” ujar Aan Jaelani.
Ia juga mengajak seluruh mahasantri untuk terus menjaga semangat belajar, memperkuat akhlak, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Mencetak Generasi Qur’ani untuk Masa Depan Bangsa
Program Mahasantri Mukim yang dilaksanakan Mahad Al-Jamiah selama ini menjadi salah satu program unggulan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Melalui berbagai program pembinaan keagamaan, penguatan karakter, pembiasaan ibadah, serta pendampingan akademik, mahasiswa didorong untuk tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, mandiri, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Menutup Perjalanan, Membuka Babak Pengabdian
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi penutupan program, pemberian apresiasi kepada peserta, serta doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Mahasantri Mukim Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026.
Bagi para mahasantri, berakhirnya program ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan ilmu, menjaga nilai-nilai Al-Qur’an, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Mahad Al-Jamiah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, berwawasan global, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan negara.
“Membaca Al-Qur’an adalah awal perjalanan, mengamalkannya adalah tujuan utama. Dari Mahad Al-Jamiah, lahir generasi yang siap menerangi masa depan dengan ilmu dan akhlak.”


