UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Kelompok 120 menghadirkan program Mozaik Cerita Cilik dalam kegiatan rutin Pojok Baca Desa Klangenan, Minggu (2/8/2026). Berkolaborasi dengan pengelola Pojok Baca yang dinaungi Karang Taruna Desa Klangenan, kegiatan ini memadukan aktivitas membaca, bercerita, mewarnai, dan berkreasi untuk menyampaikan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan kepada anak-anak.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Bola Desa Klangenan tersebut menjadi ruang belajar kreatif bagi anak-anak. Melalui media gambar dan cerita, mahasiswa KKN mengangkat tema penyebab serta dampak kebiasaan membuang sampah sembarangan dengan bahasa yang lebih dekat dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Kolaborasi KKN dan Pojok Baca Desa Klangenan
Program Mozaik Cerita Cilik dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan rutin Pojok Baca Desa Klangenan. Kolaborasi ini menjadi upaya untuk memperkaya aktivitas literasi anak dengan menghadirkan media pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan membaca, tetapi juga mengajak anak untuk berkreasi.
Mahasiswa KKN Kelompok 120 bersama pengelola Pojok Baca mengajak anak-anak mengikuti kegiatan secara bertahap. Anak-anak terlebih dahulu menerima lembar gambar yang berkaitan dengan cerita bertema lingkungan untuk diwarnai sesuai kreativitas masing-masing.
Suasana ruang terbuka di lapangan bola membuat kegiatan berlangsung lebih santai. Antusiasme anak-anak terlihat ketika mereka mulai mewarnai, membaca, dan mengikuti alur cerita yang telah disiapkan. Lagu-lagu anak yang diputar selama kegiatan turut menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Belajar Menjaga Lingkungan melalui Cerita
Setelah kegiatan mewarnai, mahasiswa KKN mengajak anak-anak membaca dan memahami cerita pada setiap lembar gambar. Cerita tersebut mengangkat persoalan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu kebiasaan membuang sampah sembarangan beserta dampaknya terhadap lingkungan.
Melalui pendekatan ini, pesan mengenai kebersihan tidak disampaikan hanya dalam bentuk sosialisasi, tetapi dikemas melalui aktivitas yang melibatkan imajinasi dan kreativitas anak. Anak-anak dapat mengenali pesan lingkungan sambil mengembangkan kemampuan membaca, memahami cerita, serta mengekspresikan diri melalui warna dan gambar.
Mahasiswa KKN Kelompok 120, Maya Natasari dan Nazwa Lathifah, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar edukasi lingkungan dapat diterima anak-anak dengan cara yang menyenangkan.
“Adanya program ini bukan hanya menggambar dan mewarnai, tapi kami ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Adapun hasil karya dari anak-anak tersebut akan dijadikan sebuah buku Mozaik Cerita Cilik, dan buku tersebut akan kami serahkan ke perpustakaan desa agar terus dimanfaatkan dan menjadi hasil karya yang bisa mereka banggakan.”
Menghasilkan Karya yang Dapat Dimanfaatkan
Salah satu aspek penting dalam program ini adalah keberlanjutan hasil karya anak-anak. Lembar gambar dan cerita yang telah diwarnai akan dihimpun menjadi buku Mozaik Cerita Cilik. Buku tersebut selanjutnya direncanakan untuk diserahkan kepada perpustakaan desa sehingga dapat menjadi koleksi sekaligus media literasi bagi anak-anak Desa Klangenan.
Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti setelah pelaksanaan KKN. Karya yang dihasilkan anak-anak dapat menjadi bagian dari ruang literasi desa dan menjadi pengingat bahwa mereka turut berkontribusi dalam menyampaikan pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan.
Literasi dan Kepedulian Lingkungan

Program Mozaik Cerita Cilik menunjukkan bahwa kegiatan literasi dapat dikembangkan melalui pendekatan kreatif yang menghubungkan kemampuan membaca dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Kolaborasi mahasiswa KKN, Pojok Baca, dan Karang Taruna Desa Klangenan juga memperkuat peran ruang literasi masyarakat sebagai tempat anak-anak belajar dan berkarya.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 4: Pendidikan Bermutu, melalui penyediaan pengalaman belajar yang kreatif dan partisipatif, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengenalan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan sejak usia dini.


