UIN Siber Cirebon — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 35 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Literasi Digital bertema “Literasi Digital Generasi Emas: Cerdas Bermedia, Bijak Menentukan Masa Depan” di Kantor Desa Pasindangan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam meningkatkan literasi digital masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.
Seminar menghadirkan Rian Haryanto, Founder Komunitas Literasi Senja sekaligus Media Ruang Visioner, sebagai narasumber. Sekitar 30 peserta yang terdiri atas masyarakat Desa Pasindangan mengikuti kegiatan dengan antusias. Hadir pula Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nur Atikoh, M.Pd., Kuwu Desa Pasindangan Bowo Wicaksono, S.E., Ketua KKN Kelompok 35 Muhamad Adib Mubarok, serta Kepala Dusun Ahmad Rozik.
Membangun Masyarakat yang Cerdas Bermedia
Seminar dikemas dalam format talkshow interaktif yang mengajak peserta memahami pentingnya literasi digital di era kebebasan berpendapat. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas cara menggunakan media digital secara cerdas dan kritis, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai etika bermedia sosial, keamanan digital, serta kemampuan memilah informasi agar terhindar dari hoaks.
Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai berbagai tantangan yang banyak dihadapi generasi muda, seperti bahaya penyalahgunaan narkoba, maraknya judi online, hingga risiko pernikahan dini yang semakin kompleks di era digital.
Ketua KKN Kelompok 35, Muhamad Adib Mubarok, mengatakan bahwa seminar ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan membangun masa depan yang lebih baik.
“Literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, bertanggung jawab, dan bijak dalam menyikapi setiap informasi yang diterima. Melalui seminar ini kami berharap masyarakat semakin siap menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.
Mengajak Generasi Muda Bijak Menentukan Masa Depan
Dalam paparannya, Rian Haryanto menekankan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital agar masyarakat tidak mudah terjebak pada informasi palsu maupun penyalahgunaan media digital.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter generasi muda melalui lingkungan yang sehat dan edukatif.
“Anak tidak dilahirkan dengan pilihan yang salah. Mereka tumbuh dan belajar dari lingkungan di sekitarnya. Karena itu, orang tua dan anak perlu terus belajar bersama agar tetap memiliki arah dan mampu menghadapi masa depan dengan bijaksana,” jelasnya.
Menurutnya, literasi digital yang baik akan membantu masyarakat memahami risiko penggunaan media sosial, menghindari praktik judi online, penyalahgunaan narkoba, serta membangun etika dalam berinteraksi di ruang digital.
Kolaborasi KKN Hadirkan Edukasi yang Berdampak
Dosen Pembimbing Lapangan Nur Atikoh, M.Pd. mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Kelompok 35 dalam menghadirkan seminar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga memberikan edukasi yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi transformasi digital secara lebih bijaksana.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, narasumber, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi digital yang berkelanjutan, sehingga masyarakat Desa Pasindangan semakin siap memanfaatkan teknologi untuk mendukung pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sosial secara positif.
Mendukung Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Program ini mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan literasi digital masyarakat.
- SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui edukasi bahaya narkoba serta penguatan kesehatan sosial masyarakat.
- SDG 16 – Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan budaya bermedia secara bertanggung jawab dan penanggulangan hoaks.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi mahasiswa, pemerintah desa, narasumber, dan masyarakat dalam meningkatkan kapasitas literasi digital.


