UIN Siber Cirebon – Komitmen mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar terus diwujudkan melalui berbagai program inovatif selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Salah satunya ditunjukkan oleh KKN Kelompok 46 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang menginisiasi Program GELIS (Gelar Literasi Sambeng), sebuah kelas intensif literasi yang dirancang untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung).
Program yang dilaksanakan pada Selasa (28/7/2026) di SD Negeri 1 Sambeng dan SD Negeri 2 Sambeng ini menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam mendukung penguatan literasi dasar sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak-anak di Desa Sambeng.
Pendampingan Intensif Sesuai Kebutuhan Belajar Siswa
Program GELIS lahir dari hasil identifikasi mahasiswa KKN terhadap kebutuhan siswa yang masih memerlukan pendampingan khusus dalam kemampuan dasar calistung. Melalui pendekatan yang lebih personal, mahasiswa memberikan pembelajaran secara bertahap sesuai tingkat kemampuan masing-masing peserta didik.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan huruf dan angka, membaca suku kata dan kata sederhana, latihan menulis, hingga penguatan kemampuan berhitung dasar. Metode pembelajaran dikemas secara interaktif dan menyenangkan sehingga siswa merasa lebih nyaman selama mengikuti proses belajar.
Pendampingan dilakukan secara rutin sepanjang masa pelaksanaan KKN agar perkembangan kemampuan siswa dapat dipantau secara berkelanjutan.
Membangun Kepercayaan Diri Melalui Literasi
Ketua KKN Kelompok 46, Maulana Firgiansyah, menjelaskan bahwa Program GELIS tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga bertujuan membangun rasa percaya diri siswa ketika belajar.
“Program GELIS (Gelar Literasi Sambeng) merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi mahasiswa KKN dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Melalui kelas intensif dan pendampingan yang dilakukan secara rutin, kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan kemampuan dasar calistung siswa sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat mereka dalam belajar,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan literasi dasar merupakan fondasi penting bagi keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran di jenjang berikutnya sehingga perlu mendapatkan perhatian sejak dini.
Kolaborasi Kampus dan Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan
Pelaksanaan Program GELIS mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Wartoyo, M.Si., Kuwu Desa Sambeng Wara, Kepala SD Negeri 1 Sambeng Wardira, S.Pd., dan Kepala SD Negeri 2 Sambeng Sutrisno, S.Pd.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan satuan pendidikan dalam menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan pembelajaran yang dihadapi siswa sekolah dasar.
Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga menjadi mitra sekolah dalam mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Wujud Pengabdian untuk Pendidikan Berkualitas
Program GELIS menjadi salah satu implementasi nyata pengabdian mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Pendampingan yang dilakukan secara intensif diharapkan mampu membantu siswa menguasai kemampuan dasar calistung, meningkatkan motivasi belajar, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.
Selain memberikan manfaat langsung bagi peserta didik, program ini juga memperkuat komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan inovasi pengabdian yang berdampak bagi masyarakat melalui pemberdayaan di bidang pendidikan.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap literasi, KKN Kelompok 46 berharap Program GELIS dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus mendukung tumbuhnya budaya membaca dan belajar sejak usia dini sebagai fondasi lahirnya generasi yang unggul dan berdaya saing.
Mendukung Pencapaian SDGs
Program GELIS mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kemampuan literasi dasar siswa, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memberikan pendampingan kepada siswa yang membutuhkan perhatian khusus, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pendidikan.


