Asta Cita Asta Protas Berita Berita Dukungan Pusat Ekoteologi Inovasi Pojok Rektor Prestasi Prestasi Akademik Prestasi Mahasiswa SDGs
Home » Pos » Asta Cita » Kunjungi Booth UIN Siber Cirebon di OASE 2026, Menag Apresiasi Inovasi BERKASIH SMART Berbasis AI dan Ekoteologi

Kunjungi Booth UIN Siber Cirebon di OASE 2026, Menag Apresiasi Inovasi BERKASIH SMART Berbasis AI dan Ekoteologi

Kunjungi Booth UIN Siber Cirebon di OASE 2026, Menag Apresiasi Inovasi BERKASIH SMART Berbasis AI dan Ekoteologi

UIN Siber Cirebon (Yogyakarta) – Inovasi mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan teknologi untuk pengelolaan sampah menarik perhatian Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.Ag. Saat mengunjungi booth pameran UIN Siber Cirebon dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) PTKI III Tahun 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (4/11/2026), Menag didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., dan Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.

Kunjungi Booth UIN Siber Cirebon di OASE 2026, Menag Apresiasi Inovasi BERKASIH SMART Berbasis AI dan Ekoteologi

Dalam kunjungan tersebut, Menag melihat langsung inovasi BERKASIH SMART (Integrated AI System Berbasis Ekoteologi untuk Optimalisasi Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular). Karya tim mahasiswa ini menggabungkan pemanfaatan kecerdasan buatan, pengelolaan data, nilai-nilai ekoteologi Islam, dan konsep ekonomi sirkular untuk membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan bank sampah.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim yang diketuai Siti Hamidah, bersama Yudi Prasetya dan Desty Heppyani Mustopadan mendapatkan bimbingan langsung dari DR . Maulidya Ulfah, M.Pd.I. Lokasi studi penelitian berada di Bank Sampah Berkasih, Kelurahan Karyamulya, Kota Cirebon.

Kunjungi Booth UIN Siber Cirebon di OASE 2026, Menag Apresiasi Inovasi BERKASIH SMART Berbasis AI dan Ekoteologi

Borong Dua Podium di Turnamen Bulutangkis Se-Jawa Barat, Mahasiswa UIN Siber Cirebon Tampil Gemilang

Melalui materi yang dipamerkan, tim menjelaskan bahwa pengelolaan sampah masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari rendahnya partisipasi masyarakat, pemilahan sampah yang belum optimal, tingginya residu, hingga pencatatan transaksi yang masih tersebar dalam buku tabungan dan lembar kerja.

Data penelitian menunjukkan bahwa dari total 12.425 kilogram sampah yang ditimbang pada 2025, sebanyak 4.351,4 kilogram atau 35 persen berhasil dipulihkan sebagai material yang dapat dimanfaatkan kembali. Sementara itu, 8.073,6 kilogram atau 65 persen masih menjadi residu. Partisipasi rekening aktif pada September 2026 juga tercatat baru 19 dari 98 rekening.

Kunjungi Booth UIN Siber Cirebon di OASE 2026, Menag Apresiasi Inovasi BERKASIH SMART Berbasis AI dan Ekoteologi

Menjawab persoalan tersebut, BERKASIH SMART dirancang melalui lima lapisan sistem, yaitu Operation, Data, Analytics, Intelligence, dan Impact. Sistem ini mengintegrasikan data nasabah, wilayah, material, transaksi, inventaris, serta perkembangan kinerja bank sampah.

Keunggulan lainnya terletak pada fitur BERKASIH AI yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan terkait data pengelolaan sampah. AI kemudian mengambil informasi dari basis data, menyusun jawaban, dan menyertakan sumber informasi. Hasilnya tetap harus diverifikasi manusia sehingga teknologi berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti pengambilan keputusan.

Kunjungi Booth UIN Siber Cirebon di OASE 2026, Menag Apresiasi Inovasi BERKASIH SMART Berbasis AI dan Ekoteologi

Kemenag Umumkan 52.325 Guru Peserta PPG Daljab 2026, Cek Akun dan Lapor Diri!

Inovasi ini juga berlandaskan nilai ekoteologi Islam, seperti manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga bumi, amanah dalam merawat lingkungan, keseimbangan (mizan), serta menghindari perilaku berlebihan dan kerusakan (israf). Dengan demikian, teknologi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.

Kunjungan Menteri Agama bersama Dirjen Pendidikan Islam dan Rektor UIN Siber Cirebon menjadi momentum penting bagi tim untuk memperkenalkan gagasan sekaligus memperoleh perhatian dan apresiasi atas upaya menghadirkan inovasi yang menghubungkan sains, teknologi, dan nilai keislaman.

Partisipasi dalam OASE PTKI III 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Siber Cirebon memiliki peluang untuk menghasilkan karya yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat. Melalui BERKASIH SMART, mereka menghadirkan pesan bahwa pengelolaan lingkungan dapat diperkuat dengan ilmu pengetahuan, teknologi, kolaborasi, dan nilai-nilai keagamaan.

Inovasi ini diharapkan terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi Bank Sampah Berkasih, tetapi juga berpotensi diterapkan di lingkungan sekolah, pesantren, dan wilayah lainnya. Dari Cirebon, mahasiswa UIN Siber Cirebon membawa gagasan bahwa teknologi dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan untuk membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

Mahasiswa BKI UIN Siber Cirebon Belajar Psikoterapi Islam di Pesantren Nurul Firdaus, Perkuat Kompetensi Konselor Masa Depan

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

November 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Archives

Pos Terbaru