UIN Siber Cirebon – Hari Jumat di SMP Negeri 4 Kota Cirebon tidak hanya menjadi penanda berakhirnya aktivitas pembelajaran dalam sepekan. Setiap Jumat, sekolah memiliki tradisi keagamaan berupa salat Jumat berjamaah bagi siswa secara bergiliran berdasarkan tingkat kelas serta kegiatan keputrian bagi siswi yang sedang berhalangan. Tradisi tersebut kembali berlangsung pada Jumat, 18 September 2026, dengan melibatkan mahasiswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari keseharian sekolah yang memadukan pembinaan keagamaan, kedisiplinan, kebersamaan, dan pembentukan karakter. Bagi mahasiswa PLP, keterlibatan dalam kegiatan Jumat juga menjadi pengalaman untuk memahami bahwa proses pendidikan berlangsung dalam berbagai ruang kehidupan sekolah, tidak hanya di dalam kelas.
Tradisi Jumat yang Terus Dirawat
Menurut Bapak H. Aman, M.A., tradisi salat Jumat di SMP Negeri 4 Kota Cirebon telah berlangsung jauh sebelum dirinya bertugas di sekolah tersebut pada 2009. Hingga kini, kegiatan tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan siswa.
Pelaksanaan dilakukan secara bergiliran karena kapasitas masjid sekolah belum dapat menampung seluruh siswa yang jumlahnya sekitar 1.300 orang dalam waktu bersamaan. Kegiatan Jumat tetap diarahkan agar siswa dapat mengikuti pembinaan keagamaan secara tertib dan berkelanjutan.
Sekolah juga mengatur keterlibatan siswa putra dan putri dalam kegiatan Jumat dengan bentuk kegiatan yang disesuaikan. Bagi siswi yang sedang berhalangan, sekolah menyediakan kegiatan keputrian sebagai ruang pembinaan.
Selawat, Kultum, hingga Salat Jumat
Rangkaian kegiatan biasanya dimulai sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah bel pulang, siswa diarahkan untuk mengambil wudu dan menuju masjid. Sambil menunggu waktu salat, kegiatan diisi dengan pujian dan selawat yang dipandu oleh Remaja Masjid (RM).
Pada kesempatan tertentu, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) atau bagian kesiswaan turut memberikan kultum, nasihat, maupun informasi kepada siswa. Setelah memasuki waktu salat, kegiatan dilanjutkan dengan azan, khotbah, salat Jumat, wirid, dan doa.
Rangkaian tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk membangun kebiasaan beribadah sekaligus belajar mengikuti tata tertib, mendengarkan nasihat, dan menjaga kebersamaan dalam lingkungan sekolah.
Kegiatan Keputrian: Memaknai “Cantik” Lebih Luas
Bersamaan dengan pelaksanaan salat Jumat, kegiatan keputrian menjadi ruang pembinaan bagi siswi yang sedang berhalangan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ai Zakiyah El Munawaroh dan Intan Widya Lestari, turut mendampingi siswi dengan pembahasan bertema “Cantik”.
Materi mengajak siswi memahami kecantikan secara lebih luas melalui tiga sisi, yakni cantik fikriyah melalui ilmu dan pola pikir positif, cantik jasadiyah melalui kesehatan dan kebersihan diri, serta cantik ruhiyah melalui kedekatan kepada Allah dan akhlak.
Pembahasan juga mengenalkan Sayyidah Fatimah Az-Zahra sebagai salah satu teladan. Dengan demikian, makna “cantik” tidak berhenti pada penampilan, tetapi juga berkaitan dengan cara berpikir, kemampuan menjaga diri, dan pembentukan akhlak.
PLP Menjadi Ruang Belajar di Luar Kelas
Keterlibatan mahasiswa PLP dalam kegiatan Jumat memberikan pengalaman langsung mengenai dinamika kehidupan sekolah. Mahasiswa tidak hanya belajar mendampingi proses pembelajaran di kelas, tetapi juga turut mengambil peran dalam kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter siswa.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi calon pendidik. Mahasiswa belajar berinteraksi, berkomunikasi, mengarahkan, serta memberikan keteladanan dalam situasi yang berbeda dari pembelajaran formal.
“Pada akhirnya, Jumat di SMP Negeri 4 Kota Cirebon bukan hanya tentang sebuah kegiatan yang berulang setiap pekan. Di dalamnya ada kebiasaan yang dirawat, karakter yang dibentuk, dan proses belajar yang tidak selalu berlangsung di ruang kelas,” demikian pesan yang menjadi refleksi dari kegiatan tersebut.
Selaras dengan SDGs
Kegiatan Jumat di SMP Negeri 4 Kota Cirebon relevan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung pendidikan karakter, pembentukan kebiasaan positif, dan pengembangan peserta didik secara menyeluruh.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sekolah.
Bagi mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga tentang menghadirkan keteladanan dan turut merawat nilai-nilai baik dalam kehidupan peserta didik.



