UIN Siber Cirebon (Jakarta) – Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan keterlibatannya dalam forum akademik internasional. Afif Abdul Lathif, mahasiswa angkatan 2023 sekaligus mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Arab Periode 2025–2026, berpartisipasi dalam Konferensi Linguistik Tahunan (KOLITA) ke-24 Tingkat Internasional yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Bahasa dan Budaya (PKPBB) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta pada 17–19 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan konferensi linguistik tahunan yang mempertemukan akademisi, peneliti, dosen, dan mahasiswa dari berbagai institusi untuk mempresentasikan hasil penelitian serta mendiskusikan perkembangan terbaru dalam bidang linguistik.
Melalui Seleksi Call for Papers
Keikutsertaan Afif dalam konferensi internasional tersebut diawali melalui proses seleksi call for papers. Para peserta diwajibkan mengirimkan abstrak penelitian beserta referensi ilmiah yang sesuai dengan ruang lingkup kajian linguistik.
Dari sekitar 250 pendaftar, sebanyak 184 judul penelitian dinyatakan lolos seleksi dan berhak dipresentasikan dalam forum ilmiah tersebut. Proses seleksi ini menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas penelitian yang akan dipresentasikan kepada peserta konferensi dari berbagai institusi nasional maupun internasional.
Mengangkat Kajian Bahasa, Media, dan Wacana Digital
Pada kesempatan tersebut, Afif mempresentasikan penelitian berjudul “Legitimasi Legislasi dan Representasi Aktor Sosial dalam Pemberitaan Pengesahan RKUHAP di Media Digital MARINews” dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis.
Penelitian tersebut mengkaji bagaimana bahasa digunakan dalam media digital untuk membangun representasi aktor sosial dan legitimasi terhadap suatu kebijakan publik. Kajian ini menjadi relevan karena media digital memiliki peran penting dalam membentuk opini publik dan memengaruhi cara masyarakat memahami berbagai isu sosial maupun politik.
Presentasi penelitian dilaksanakan pada hari kedua konferensi dan menjadi bagian dari rangkaian diskusi ilmiah yang membahas berbagai cabang kajian linguistik kontemporer.
Forum Akademik Internasional
KOLITA ke-24 menghadirkan berbagai pembicara dan akademisi dari institusi nasional maupun internasional. Beberapa di antaranya adalah Dr. Anna Marietta Da Silva dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jenny Zhang sebagai pembicara undangan internasional, Dr. Debbita Tan Ai Lin dari Universiti Sains Malaysia, serta Gede Primahadi Wijaya Rajeg, Ph.D. sebagai pembicara pleno.
Melalui sesi pleno, presentasi paralel, dan diskusi ilmiah, para peserta memperoleh kesempatan untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan keilmuan, serta membangun jejaring akademik lintas institusi dan negara.
Mendorong Budaya Akademik Mahasiswa
Keikutsertaan mahasiswa dalam konferensi internasional menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya akademik di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Selain memberikan pengalaman dalam forum ilmiah berskala internasional, kegiatan ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian.
Afif menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti KOLITA memberikan kesempatan berharga untuk memperoleh masukan akademik dari para peneliti dan akademisi yang memiliki beragam latar belakang keilmuan.
“Forum seperti KOLITA menjadi ruang belajar yang sangat berharga karena mempertemukan berbagai perspektif penelitian linguistik. Melalui diskusi yang berlangsung, saya memperoleh banyak masukan untuk pengembangan penelitian sekaligus memperluas wawasan mengenai hubungan antara bahasa, media, dan dinamika sosial di ruang publik digital,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam Konferensi Linguistik Tahunan (KOLITA) ke-24 Tingkat Internasional, mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmennya untuk terus terlibat dalam pengembangan kajian ilmiah serta memperkuat kontribusi akademik dalam memahami berbagai fenomena kebahasaan di era digital.


