Berita Kegiatan Pojok Rektor
Home » Pos » Berita » 576 Wisudawan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Diwisuda, Tiga Guru Besar Dikukuhkan

576 Wisudawan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Diwisuda, Tiga Guru Besar Dikukuhkan

567 Wisudawan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Diwisuda, Tiga Guru Besar Dikukuhkan

UIN Siber Cirebon — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali mencatat momentum penting dalam perjalanan akademiknya. Sebanyak 576 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi Wisuda ke-V pada hari kedua, Rabu (12/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian wisuda yang diikuti total 1.868 lulusan selama tiga hari.

Wisuda berlangsung dalam suasana penuh kebanggaan dan harapan. Para lulusan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program magister dan doktor hingga program sarjana di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) serta Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA).

Pada hari kedua tersebut, tercatat 108 lulusan Pascasarjana, yang terdiri atas 93 lulusan program magister dan 15 lulusan program doktor. Selain itu, terdapat 312 lulusan FDKI dan 156 lulusan FUA yang resmi menyandang gelar akademik.

Momentum ini semakin istimewa karena bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis ke-61 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon serta pengukuhan tiga guru besar.

156 Lulusan FUA UIN Siber Cirebon Diwisuda, Dekan: Saatnya Ilmu Menjadi Cahaya bagi Masyarakat

Tiga Guru Besar Dikukuhkan

Dalam prosesi tersebut, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengukuhkan tiga akademisi sebagai guru besar.

Ketiganya adalah:

  • Prof. Dr. H. Wasman, M.Ag., Guru Besar Bidang Ilmu Hadis;
  • Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag., Guru Besar Bidang Ekonomi Syariah;
  • Prof. Dr. Hj. Yayah Nurhidayah, M.Si., Guru Besar Bidang Komunikasi Islam.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan tradisi akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kehadiran tiga guru besar baru diharapkan semakin memperkuat kapasitas keilmuan, penelitian, publikasi, pembelajaran, dan kontribusi universitas bagi masyarakat.

Bagi UIN Siber yang tengah mengembangkan identitas sebagai Cyber Islamic University, kekuatan sumber daya manusia akademik menjadi fondasi utama. Teknologi dapat menjadi sarana, tetapi kualitas keilmuan tetap menjadi kekuatan yang mengarahkan pemanfaatannya.

312 Lulusan FDKI UIN Siber Cirebon Diwisuda, Siap Tebar Manfaat Lewat Ilmu dan Kreativitas

Integrasi Ilmu Islam dan Humanisme Digital

Dalam pidato wisuda, Rektor Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengangkat tema “Strategi Penguatan Peta Jalan Integrasi Ilmu-Ilmu Keislaman Berbasis Tradisi Lokal dan Humanisme Digital Menuju Peran Alumni yang Berkomitmen pada Keberlanjutan Lingkungan dan Maslahat bagi Masyarakat Global.”

Tema tersebut menjadi penegasan arah pengembangan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.

Menurut Prof. Aan Jaelani, dunia saat ini menghadapi perubahan besar akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI), kedaulatan data, otomatisasi, dan transformasi digital. Namun, kemajuan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan arah nilai.

“Kita tidak hanya membutuhkan kecepatan komputasi, tetapi juga kedalaman nurani dan arah nilai spiritual.”

108 Lulusan Pascasarjana UIN Siber Cirebon Diwisuda, Siap Lanjutkan Pengabdian dan Kiprah Profesional

Karena itu, integrasi ilmu keislaman dengan teknologi menjadi salah satu agenda penting UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Universitas tidak ingin sekadar menjadi pengguna teknologi. Lebih jauh, UIN Siber Cirebon ingin membangun ekosistem pendidikan yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses ilmu, meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Tiga Pilar Peta Jalan Keilmuan UIN Siber Cirebon

Dalam pidatonya, Prof. Aan Jaelani menjelaskan tiga pilar utama yang menjadi arah penguatan peta jalan keilmuan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

  1. Mengintegrasikan Ilmu dengan Tradisi Lokal

Cirebon memiliki sejarah panjang sebagai kawasan pertemuan berbagai tradisi keilmuan, budaya, dan Islam Nusantara.

Warisan Syekh Nurjati dan Sunan Gunung Jati tidak hanya menjadi bagian dari sejarah. Nilai-nilai yang tumbuh di dalamnya dapat menjadi sumber inspirasi untuk membangun pendidikan Islam yang terbuka, inklusif, dan relevan dengan kehidupan masyarakat.

Karena itu, tradisi lokal perlu ditempatkan sebagai sumber pengetahuan yang dapat berdialog dengan ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan modern.

Keislaman yang dikembangkan UIN Siber diharapkan tetap berakar pada tradisi, tetapi mampu menjawab persoalan global.

  1. Membangun Humanisme Digital

Pilar kedua adalah humanisme digital.

Teknologi dan kecerdasan buatan harus ditempatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Teknologi tidak boleh justru menghilangkan martabat, kebebasan, keadilan, dan nilai kemanusiaan.

Sebagai Cyber Islamic University, UIN Siber Cirebon memiliki tanggung jawab untuk memastikan transformasi digital tetap berpijak pada nilai karamah insaniyyah, keadilan sosial, integritas, dan etika akademik.

Ruang digital, kata Prof. Aan Jaelani, harus menjadi ruang untuk memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan.

Dengan teknologi, pendidikan tidak lagi dibatasi oleh jarak dan batas geografis.

  1. Menjaga Lingkungan sebagai Amanah

Pilar ketiga adalah komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui konsep Green Islamic Campus.

Menurut Prof. Aan Jaelani, Islam mengajarkan manusia sebagai khalifah fil ardh, yaitu pihak yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memakmurkan bumi.

Karena itu, kepedulian lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan penghijauan. Kesadaran ekologis juga perlu masuk ke dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengambilan keputusan.

UIN Siber Cirebon mendorong integrasi fiqh al-bi’ah atau fikih lingkungan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan pendekatan tersebut, isu lingkungan dapat dikaji dari perspektif keislaman sekaligus ilmu pengetahuan modern.

Pesan Rektor untuk 567 Wisudawan

Di hadapan para wisudawan, Prof. Aan Jaelani menegaskan bahwa ijazah bukanlah akhir perjalanan.

Gelar akademik justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Para lulusan UIN Siber Cirebon diharapkan mampu membawa kompetensi yang diperoleh selama kuliah ke ruang kehidupan yang lebih luas, baik di dunia kerja, pemerintahan, dunia usaha, lembaga pendidikan, maupun masyarakat.

Rektor memberikan tiga pesan penting kepada para alumni.

Pertama, jadilah duta humanisme digital.

Gunakan kompetensi teknologi untuk menghadirkan narasi perdamaian, keadilan, kesetaraan, dan kemajuan.

Kedua, jadilah pelopor ekologis.

Bawa kepedulian terhadap lingkungan dalam setiap keputusan dan karya profesional.

Ketiga, hadirkan maslahat global.

Alumni UIN Siber harus mampu memiliki daya saing internasional tanpa kehilangan akar tradisi, nilai keislaman, dan karakter kebangsaan.

“Buktikan bahwa alumni UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki daya saing internasional tanpa kehilangan pijakan tradisi dan spiritualitasnya.”

Guru Besar dan Wisudawan: Dua Wajah Perjalanan Ilmu

Wisuda ke-V hari kedua memperlihatkan dua sisi penting dalam dunia pendidikan tinggi.

Di satu sisi, 576 wisudawan dilepas untuk memasuki dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.

Di sisi lain, tiga akademisi dikukuhkan sebagai guru besar yang memiliki tanggung jawab lebih besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Keduanya memiliki pesan yang sama: ilmu harus terus bergerak dan memberikan manfaat.

Bagi wisudawan, ilmu menjadi bekal untuk berkarya.

Sementara bagi guru besar, ilmu menjadi amanah untuk dikembangkan, diwariskan, dan dimanfaatkan bagi kemajuan masyarakat.

Dari UIN Siber Cirebon untuk Dunia

Rangkaian Wisuda ke-V, Dies Natalis ke-61, dan pengukuhan tiga guru besar menjadi momentum bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menegaskan kembali arah perjalanan institusi.

UIN Siber Cirebon ingin membangun pendidikan tinggi Islam yang mengintegrasikan keislaman, teknologi, tradisi lokal, humanisme digital, dan kepedulian lingkungan.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari jumlah lulusan atau gelar akademik yang diperoleh.

Keberhasilan pendidikan akan terlihat ketika ilmu mampu melahirkan karya, teknologi mampu menghadirkan kemudahan, tradisi mampu menjadi sumber inspirasi, dan nilai Islam mampu menjadi kompas moral dalam kehidupan.

Dari kampus menuju masyarakat. Dari ilmu menuju amal. Dari teknologi menuju kemanusiaan. Dari tradisi menuju peradaban.

Selamat kepada 576 wisudawan dan wisudawati UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Selamat pula kepada Prof. Dr. H. Wasman, M.Ag., Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag., dan Prof. Dr. Hj. Yayah Nurhidayah, M.Si. atas pengukuhan sebagai guru besar.

Semoga ilmu yang tumbuh di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menjadi cahaya yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, lingkungan, dan masyarakat global.

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Pos Terbaru