UIN Siber Cirebon (Kuningan) — Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) menjadi salah satu sarana pembelajaran di luar kelas yang efektif dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemandirian peserta didik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Praktik Lapangan Pendidikan (PLP) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mendampingi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Astanajapura dalam kegiatan Persami yang berlangsung pada 26–27 September 2026 di Bumi Pelangi, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.
Kegiatan ini melibatkan siswa kelas VII, kepala sekolah, pembina Pramuka, guru, serta mahasiswa PLP. Persami dirancang sebagai ruang pembelajaran yang memadukan aktivitas kepramukaan, permainan edukatif, pembinaan spiritual, dan pengembangan kreativitas untuk memperkuat karakter siswa sejak dini.
Bangun Kekompakan dan Kerja Sama melalui Aktivitas Kepramukaan
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan persiapan keberangkatan menuju lokasi perkemahan. Setibanya di Bumi Pelangi, peserta mengikuti upacara pembukaan sekaligus menerima arahan mengenai tata tertib dan rangkaian kegiatan selama Persami.
Suasana kemudian dibangun melalui dinamika kelompok yang mendorong siswa untuk saling mengenal, berkomunikasi, dan mempererat kebersamaan. Kegiatan dilanjutkan dengan wide games yang menghadirkan berbagai tantangan untuk melatih ketangkasan, strategi, kekompakan, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara bersama-sama.
Setelah istirahat, makan, dan ibadah (ISHOMA), peserta mengikuti jelajah pos. Dalam kegiatan ini, setiap regu dituntut untuk menyelesaikan tantangan dengan mengedepankan kedisiplinan, ketelitian, keberanian, dan koordinasi. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman nyata kepada siswa bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kerja sama dan tanggung jawab bersama.
Pembinaan Spiritual dan Kreativitas melalui Kegiatan Malam
Persami juga menjadi sarana penguatan nilai-nilai spiritual dan moral. Rangkaian kegiatan malam diawali dengan salat Magrib dan tausiah, kemudian dilanjutkan dengan salat Isya serta kegiatan api unggun.
Momen api unggun menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan peserta. Setiap regu mendapat kesempatan menampilkan kreativitas dan bakat melalui berbagai pertunjukan. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini melatih keberanian tampil di depan umum, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan apresiasi terhadap kemampuan teman-teman.
Kebersamaan yang terbangun sepanjang kegiatan turut mempererat hubungan antarsiswa. Pengalaman berkemah juga mendorong mereka untuk belajar mengatur kebutuhan pribadi, menjaga perlengkapan, dan mengikuti aturan bersama dalam lingkungan yang berbeda dari keseharian di sekolah.
Mahasiswa PLP Berkontribusi dalam Pendampingan Kegiatan
Mahasiswa PLP FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut berpartisipasi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Persami sesuai dengan pembagian tugas dan arahan pihak sekolah. Keterlibatan ini menjadi bagian dari praktik lapangan yang memperluas pengalaman mahasiswa dalam memahami proses pendidikan, khususnya pembinaan karakter melalui kegiatan nonakademik.
Sepuluh mahasiswa PLP yang terlibat berasal dari berbagai program studi, yaitu Nuril Mubin dan Naila Luthfiyah dari Tadris Bahasa Indonesia; Leli Nur Syabani dan Rizka Mawardah dari Tadris Bahasa Inggris; Abdul Faqih, Ahmad Roykhan, dan Putri Juliyanti dari Tadris Matematika; Anggi Nurpadilah dan Inayatussolecha dari Manajemen Pendidikan Islam; serta Bagas Nurrohman dari Pendidikan Agama Islam. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dra. Tati Sri Uswati, M.Pd.
Persami sebagai Ruang Pembentukan Karakter dan Kemandirian
Kepala sekolah, Ibu Romlah, M.Pd., bersama Pembina Pramuka, Bapak Imam Syafi’i, S.Pd., serta para guru SMP Negeri 1 Astanajapura mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari pembinaan peserta didik. Melalui Persami, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus membangun karakter positif melalui pengalaman langsung.
“Perkemahan bukan sekadar bermalam di alam terbuka, melainkan perjalanan untuk belajar mandiri, melatih kedisiplinan, dan menemukan arti tanggung jawab,” demikian pesan yang menjadi refleksi dari kegiatan tersebut.
Pada Minggu pagi, peserta mengawali aktivitas dengan salat Subuh, senam pagi, dan sarapan bersama sebelum mengikuti upacara penutupan. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan merapikan perlengkapan dan persiapan kembali ke tempat asal.
Persami ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan keterampilan sosial, pembentukan karakter, dan pembelajaran sepanjang hayat. Pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk tumbuh sebagai generasi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu berkolaborasi dalam kehidupan bermasyarakat.


