UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Gunung Jati turut mendampingi kegiatan pembinaan keagamaan bagi ibu rumah tangga melalui program Tahsin dan Konseling Al-Qur’an di Majelis Taklim Hidayatul Mubtadien, Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Selasa, 22 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB tersebut diikuti 15 ibu rumah tangga, empat Penyuluh Agama Islam, serta enam mahasiswa PPL KUA Kecamatan Gunung Jati. Program ini memadukan pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan konseling Islami sebagai ruang bagi peserta untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus memperoleh pendampingan dalam menghadapi persoalan sehari-hari.
Perkuat Kemampuan Membaca Al-Qur’an
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Nadzom Hidayatussibyan, kemudian dilanjutkan dengan praktik Tahsin Makhorijul Huruf yang dipandu Penyuluh Agama KUA Kecamatan Gunung Jati, Ulil Albab.
Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pendampingan dalam memperbaiki pengucapan huruf-huruf Al-Qur’an. Pembinaan tahsin menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara lebih baik dan benar, sekaligus mendorong semangat ibu-ibu untuk terus belajar ilmu Al-Qur’an.
Kegiatan pembinaan juga menghadirkan Ahmad Karisa, S.Sos., dan Khusnul Wahidah, S.Pd.I., selaku Penyuluh Agama yang turut mendukung proses pendampingan kepada peserta.
Mahasiswa PPL Praktikkan Konseling Islami
Setelah sesi tahsin, kegiatan dilanjutkan dengan konseling Islami yang dipraktikkan oleh mahasiswa PPL. Sesi ini memberikan ruang kepada peserta untuk menyampaikan berbagai hal yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus belajar menemukan pendekatan penyelesaian yang selaras dengan nilai-nilai keislaman.
Bagi mahasiswa PPL, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman praktis untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, pendampingan, dan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Pengalaman ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Kolaborasi dengan Penyuluh Agama menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Mahasiswa dapat belajar memahami karakteristik masyarakat, membangun komunikasi yang tepat, serta menjalankan pendampingan dengan tetap memperhatikan etika dan nilai-nilai keagamaan.
Al-Qur’an sebagai Ruang Belajar dan Penguatan Diri
Kepala Penyuluh KUA Kecamatan Gunung Jati, H. Abdul Latief, S.Ag., M.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat mendorong peserta semakin bersemangat dalam menuntut ilmu, khususnya ilmu Al-Qur’an.
“Semoga dengan mengikuti program tahsin ini, ibu-ibu menjadi lebih semangat lagi dalam mencari ilmu, khususnya ilmu Al-Qur’an. Dan dengan adanya sesi konseling ini, semoga ibu-ibu bisa lebih terbuka, saling menguatkan, dan menemukan ketenangan dalam menghadapi persoalan sehari-hari,” ujarnya.
Senada dengan itu, salah satu narasumber menekankan bahwa pembelajaran tahsin tidak hanya berkaitan dengan ketepatan bacaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses penguatan diri.
“Tahsin bukan cuma soal benar bacaan, tapi bisa menjadi jalan untuk menemukan ketenangan dalam menghadapi masalah sehari-hari di rumah tangga.”
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias. Kehadiran mahasiswa PPL dalam pembinaan tersebut memperlihatkan bahwa praktik lapangan tidak hanya berlangsung dalam konteks kelembagaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk hadir dan belajar bersama masyarakat.
Melalui kolaborasi antara KUA Kecamatan Gunung Jati, Penyuluh Agama Islam, dan mahasiswa PPL UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama yang menghubungkan penguatan literasi Al-Qur’an, pendampingan keagamaan, dan pengalaman praktis mahasiswa di tengah masyarakat.
Selaras dengan SDGs
Kegiatan ini selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pembelajaran keagamaan dan pengembangan kompetensi mahasiswa dalam pendampingan masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya melalui penyediaan ruang konseling dan penguatan dukungan sosial bagi peserta dalam menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, KUA, penyuluh agama, dan masyarakat.


