UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon memperoleh pengalaman langsung mengenai pembinaan warga binaan melalui kegiatan Edukasi Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini memperkenalkan program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan sekaligus memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya pendekatan pemasyarakatan yang produktif dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Lapas Kelas I Cirebon, Suranto, A.Md.IP., S.H., M.Si. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti kunjungan lapangan (study tour) ke area Kegiatan Kerja (Giatja) dan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) untuk melihat secara langsung berbagai program pembinaan yang dijalankan di lingkungan Lapas.
Mengenal Pemasyarakatan sebagai Ruang Pembinaan dan Perubahan

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa memperoleh gambaran bahwa pelaksanaan pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan menjalani pidana, tetapi juga mencakup pembinaan dan pengembangan potensi warga binaan. Berbagai kegiatan produktif diselenggarakan untuk membantu warga binaan mengasah keterampilan, membangun kemandirian, serta mempersiapkan diri agar dapat kembali berperan positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Suranto menyampaikan bahwa kegiatan Edukasi Pemasyarakatan menjadi bagian dari upaya Lapas untuk memperkenalkan proses pembinaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari kami sebagai lembaga pemasyarakatan untuk menyosialisasikan kegiatan para warga binaan di Lapas Kelas I Cirebon. Saya berharap mahasiswa sekalian dapat mengetahui keadaan yang sebenarnya di dalam Lapas, sehingga masyarakat juga mengetahui sebagian dari hasil kerja pemasyarakatan,” ungkap Suranto.
Ia berharap mahasiswa dapat meneruskan informasi yang diperoleh selama kunjungan kepada lingkungan sekitarnya agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai fungsi pemasyarakatan dan proses pembinaan warga binaan.
Dari Keterampilan Kerja hingga Ketahanan Pangan

Dalam kunjungan lapangan, mahasiswa diperkenalkan dengan beragam kegiatan kerja warga binaan. Program Giatja mencakup berbagai bidang, seperti coffee shop, barber shop, dapur, bordir, menjahit, anyaman rotan, hingga kerajinan berbahan dasar sabut kelapa.
Selain pelatihan keterampilan, Lapas Kelas I Cirebon mengembangkan program ketahanan pangan melalui budi daya padi, ikan, ayam, bebek, entok, serta berbagai jenis sayuran. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh warga binaan yang telah memperoleh pelatihan sesuai bidang keterampilannya.
Program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) juga mendukung pemenuhan kebutuhan internal Lapas. Hasil budi daya dan produksi, termasuk dari program ketahanan pangan, dimanfaatkan untuk memasok kebutuhan dapur Lapas. Pola ini menunjukkan bagaimana kegiatan produktif warga binaan dapat memberikan manfaat nyata bagi kebutuhan sehari-hari di lingkungan pemasyarakatan.
Warga binaan yang mengikuti kegiatan kerja juga berkesempatan memperoleh premi sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, produk hasil karya mereka telah diperkenalkan kepada masyarakat melalui pameran dan kegiatan pemasaran. Dengan demikian, program pembinaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga membuka peluang menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Menguatkan Prinsip Memanusiakan Manusia
Dalam kesempatan tersebut, Suranto menegaskan pentingnya pendekatan yang menjunjung tinggi martabat manusia dalam proses pembinaan warga binaan.
“Di sini kita sama-sama belajar. Kita belajar bahwa kami, para petugas, mengurus mereka dengan layak. Kami ingin prinsip ‘memanusiakan manusia’ benar-benar diterapkan di sini. Karena sebenarnya mereka bukan orang jahat, mereka hanya manusia yang sedang tersesat,” tuturnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pembinaan perlu memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan. Keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri serta mendukung proses reintegrasi sosial.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Kegiatan Kerja Syamsurijal, Kepala Bagian Tata Usaha Medi Oktafiansyah, serta Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Wayan Arya Budiartawan.
Edukasi Pemasyarakatan Dukung Pembelajaran dan Kepedulian Sosial
Kegiatan Edukasi Pemasyarakatan ini memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi mahasiswa UIN Siber Cirebon. Melalui pengamatan langsung, mahasiswa dapat memperluas wawasan mengenai program pembinaan, pengembangan keterampilan, ketahanan pangan, dan penerapan nilai kemanusiaan dalam pelayanan publik.

Kegiatan ini juga berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran di luar kelas yang memperkaya wawasan mahasiswa. Program keterampilan dan ketahanan pangan yang diperkenalkan dalam kunjungan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya melalui pengembangan keterampilan produktif dan pemanfaatan hasil produksi.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Cirebon berharap masyarakat semakin memahami peran pemasyarakatan dalam membina warga binaan agar memiliki keterampilan, kemandirian, dan kesiapan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat. Lapas juga membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha maupun masyarakat yang berminat memesan produk hasil karya warga binaan melalui pihak Lapas Kelas I Cirebon.


