UIN Siber Cirebon – Pembelajaran tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Hal tersebut diterapkan melalui kegiatan outing class SMP IT Akmala Sabila yang mengajak peserta didik kelas VII, VIII, dan IX belajar secara langsung di Museum Topeng, Balai Kota Cirebon, pada Selasa–Rabu (15–16/9/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi oleh mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kegiatan outing class dirancang sebagai pembelajaran kontekstual dengan menghubungkan materi dari sejumlah mata pelajaran, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Prakarya, dan Bahasa Indonesia. Melalui kunjungan langsung ke museum, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengamati objek pembelajaran sekaligus menghubungkannya dengan materi yang dipelajari di sekolah.
Belajar Langsung dari Koleksi dan Budaya Cirebon
Selama kegiatan, peserta didik diajak mengenal berbagai koleksi yang terdapat di Museum Topeng. Mereka melakukan pengamatan serta memperoleh informasi mengenai sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai objek yang ditemui.
Pendekatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas. Peserta didik tidak hanya menerima informasi melalui penjelasan guru, tetapi juga berkesempatan melihat secara langsung objek yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda. Museum menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan peserta didik dengan berbagai informasi mengenai sejarah dan budaya Cirebon secara lebih dekat.
Integrasikan Empat Mata Pelajaran
Outing class tersebut mengintegrasikan PAI, IPS, Prakarya, dan Bahasa Indonesia dalam satu rangkaian pengalaman belajar. Setiap mata pelajaran memiliki keterkaitan dengan aktivitas pengamatan dan eksplorasi yang dilakukan peserta didik selama berada di museum.
Dari sisi IPS, peserta didik dapat mengenali aspek sejarah dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan budaya lokal. Melalui Prakarya, mereka dapat mengamati bentuk, material, serta unsur kreativitas yang terdapat pada berbagai objek budaya. Sementara itu, Bahasa Indonesia dapat dikembangkan melalui aktivitas mengamati, memperoleh informasi, berdiskusi, dan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh.
Pembelajaran PAI juga dapat dikaitkan dengan upaya memahami nilai-nilai yang berkembang dalam kehidupan masyarakat serta menghargai keberagaman budaya sebagai bagian dari kehidupan sosial.
Mahasiswa PLP Turut Mendampingi Proses Belajar
Mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mendampingi peserta didik bersama guru mata pelajaran selama kegiatan berlangsung. Kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman tambahan dalam memahami proses pembelajaran di luar kelas sekaligus melatih kemampuan mendampingi peserta didik dalam kegiatan edukatif.
Pendampingan dilakukan dalam berbagai aktivitas, mulai dari membantu peserta didik mengikuti alur kegiatan, mengarahkan proses pengamatan, hingga mendukung interaksi peserta didik selama memperoleh informasi dari lingkungan museum.
Bagi mahasiswa PLP, keterlibatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan kemampuan pedagogis dalam situasi pembelajaran yang lebih dinamis. Mahasiswa juga belajar memahami bahwa pembelajaran kontekstual membutuhkan kemampuan komunikasi, koordinasi, dan pengelolaan peserta didik yang baik.
Pengalaman Langsung Perkuat Makna Pembelajaran
Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama dua hari dengan pembagian peserta berdasarkan kelompok siswi muslimah pada Selasa dan siswa muslim pada Rabu. Peserta didik kelas VII, VIII, dan IX mengikuti kegiatan dengan pendampingan guru mata pelajaran serta mahasiswa PLP.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai koleksi museum, tetapi juga dilatih untuk mengamati, berdiskusi, mengolah informasi, dan mengomunikasikan hasil pengamatan. Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik.
Pesan yang menjadi semangat kegiatan tersebut adalah, “Belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Melalui pengalaman langsung, peserta didik dapat mengenal sejarah, memahami budaya, dan menemukan makna dari setiap proses pembelajaran.”
Selaras dengan SDGs
Kegiatan outing class SMP IT Akmala Sabila selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Bermutu, khususnya dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, kontekstual, dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik.
Pengenalan sejarah dan budaya lokal melalui kunjungan museum juga mendukung upaya menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap warisan budaya. Kegiatan tersebut turut beririsan dengan SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama pada aspek pelestarian dan apresiasi terhadap warisan budaya.
Bagi mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pengalaman mendampingi outing class menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan untuk mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik yang mampu menghadirkan pembelajaran kreatif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.


